Taman Baca Agupena Flotim Terima Donasi Buku

LARANTUKA – Taman baca Pelangi Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur (Flotim) di kelurahan Sarotari, Kota Larantuka, kembali mendapatkan sumbangan buku dari keluarga Shibab. Sebelumnya, taman baca ini selalu mendapat support buku dari Gerakan Katakan Dengan Buku.

“Keluarga Shihab memberi perhatian dan dukungan hingga ke pelosok, dalam menghidupkan gerakan literasi. Salah satu bentuk perhatiannya yakni mendonasikan buku-buku ke pondok baca, komunitas baca, dan taman-taman baca se-Indonesia,” sebut Maksimus Masan Kian, ketua Agupena Flotim, Kamis (25/1/2018).

Maksi, sapaannya, mengatakan taman baca Pelangi Agupena Flores Timur termasuk salah satu taman baca di NTT yang  beruntung mendapatkan sumbangan buku dimaksud. Setidaknya, 9 judul buku diterima langsung di Sekretariat Agupena Flotim yang dikirim melalui pengiriman kilat.

“Ada sembilan judul buku, di antaranya; ‘Semua Murid Semua Guru’, ‘Merdeka Belajar di Ruang Kela’s, ‘Keluarga Kita’, ‘Diferensiasi Memahami Pelajar Untuk Belajar Bermakna dan Menyenangkan’, ‘Yang Hilang dari kita Akhlak’ serta ‘Kumpulan 101 Kultum tentang Islam’,” jelasnya.

Maksimus Masan Kian, Ketua Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur. -Foto: Ebed de Rosary

Juga terdapat buku berjudul ‘Dia di mana-mana’, ‘Tangan Tuhan di Balik Setiap Fenomena’, ‘Wawasan Alquran Tentang Bhakti Kepada Ibu Bapak’. Masing masing buku ditulis oleh tiga anggota keluarga Shihab, di antaranya M. Quraish Shihab, Najelaa Shihab dan Najwa Shihab.

“Geliat gerakan literasi di Flotim dan iklim ilmiah yang mulai tumbuh mendapat respon positif dari pihak-pihak luar dan ini menjadi modal untuk terus menghidupkan gerakan literasi,” tegasnya.

Di jalan literasi, kata Maksi, ruang kreativitas anak tumbuh, guru-guru diajak untuk berinovasi dan masyarakat terdorong untuk turut mengambil peran dalam penciptaan lingkungan yang kondusif sebagai tempat belajar anak-anak yang nyaman.

“Tentunya semua membutuhkan proses yang terus menerus. Gerakan yang tak henti-hentinya dijalankan akan membuahkan hasil yang membanggakan di kemudian hari. Untuk itu, dibutuhkan banyak pihak yang turut serta terlibat di dalamnya,” ungkapnya.

Semoga, harap Maksi, semakin banyak orang, kelompok atau komunitas bergandengan tangan bersama dalam menghidupkan gerakan literasi di bumi Flores Timur, Tanah Lamaolot, dalam rangka pembentukan karakter anak yang kreatif, inovatif dan berdaya saing.

Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) berterima kasih kepada Agupena Flotim karena dengan caranya sudah membantu Pemda mencerdaskan masyarakat Flotim.

Selain mencerdaskan masyarakat di semua bagian kehidupan, kata Agus, sapaannya, Agupena Flotim juga dengan cara mereka bekerja secara mandiri dan swadaya. Pemerintah daerah mendukung gerakan literasi yang digalakan Agupena Flotim, sebab gerakan literasi sudah jauh menurun di Flotim.

“Harapan saya literasi tidak boleh mati, harus jalan terus dan menjadi bagian dari masyarakat Flotim, karena membaca akan membuat seseorang mengetahui segalanya dan bisa menjadi bekal ilmu dan pengetahuan,” tuturnya.

Salah satu penelitian dari sebuah lembaga PBB, sebut Agus, mengatakan mutu kehidupan masyarakat dunia menurun karena kurang membaca. Untuk itu gerakan literasi wajib untuk dihidupkan dengan menyediakan perpustakaan di sekolah dan juga taman baca.

“Pemerintah sudah memberikan dukungan baik moril maupun materil dan itu akan terus dilanjutkan. Pemerintah juga memberikan ruang bagi Agupena Flotim untuk berkarya,” pungkasnya.

Lihat juga...