Siswa SMK di Malang Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga ‘Nasi Pecel’
MALANG – Saat ini, kebutuhan energi listrik semakin meningkat. Sementara, ketersediaannya terbatas, sehingga dibutuhkan upaya kreatif untuk bisa menghadirkan sumber energi listrik cadangan. Salah satunya seperti pembangkit listrik ramah lingkungan bertenaga ‘Nasi Pecel’.
Guru teknik elektro Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 3 Malang, Mohammad Muzaki, menjelaskan, pada sistem pembangkit listrik tenaga nasi pecel ini sebenarnya listrik yang dihasilkan dari generator digerakkan oleh sebuah penggerak yang memanfaatkan putaran roda sepeda yang digerakkan oleh tenaga manusia.

“Jadi, dengan memanfaatkan tenaga gerak dari putaran roda sepeda tersebut, listrik dapat dihasilkan,” jelasnya.
Kemudian tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator akan ditampilkan pada layar LCD display yang dapat dimonitor setiap ada perubahan putaran generator.
Muzaki menceritakan, bahwa sebenarnya pembangkit listrik tenaga nasi pecel merupakan ide dari guru dan siswa jurusan teknik elektro yang bekerja sama dengan departemen pemesinan dan departemen otomotif SMK PGRI 3.
Sedangkan nama nasi pecel memang sengaja dipakai agar unik dan karena memang kebanyakan siswa di Malang kalau sarapan menunya nasi pecel untuk menambah tenaga.
Menurut Muzaki, awalnya tujuan pembuatan sepeda tenaga pecel tersebut, hanya sebagai pembelajaran bagi para siswa mengenai materi pembangkitan listrik. Namun, ternyata sepeda tenaga nasi pecel tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk ‘menghukum’ siswa yang datang terlambat atau siswa yang mendapatkan hukuman dari guru mata pelajarannya.
“Jadi, siswa yang datang terlambat atau kena hukuman dari guru, kita minta mereka untuk mengayuh sepeda selama minimal lima menit sebagai ‘hukumannya’,” jelasnya.
Dikatakan Muzaki, output nasi pecel bisa mencapai 12 volt, tapi semuanya tergantung putaran kayuh dan putaran generatornya. “Sementara ini sepeda tenaga nasi pecel masih dalam bentuk prototipe. Ke depan masih akan banyak dilakukan pengembangan-pengembangan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Muzaki, siswa SMK PGRI 3 Malang juga telah berhasil membuat robot lengan atau robot arm yang bisa memindahkan barang sesuai perintah atau program yang diinginkan. Robot lengan ini banyak digunakan di berbagai industri dan sangat membantu dalam memproduksi suatu barang dalam skala besar.