Gabungan Komunitas Tanam Pohon di Gunung Lawu

SOLO — Guna mempertahankan dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Gunung Lawu, berbagai komunitas pecinta alam dan relawan di Karanganyar menggelar penanaman pohon secara serentak, Rabu (17/1/2018).

Salah satu relawan Karanganyar, Abdul Aziz, mengatakan, tanam pohon yang melibatkan berbagai komunitas ini merupakan kerja bareng dengan komunitas pecinta muslim yang di Jabodetabek.

“Relawan Jaguar  merupakan pemerhati gunung dari Jabodetabek. Sengaja datang ke Lawu untuk bisa melakukan tanam pohon bersama-sama,” ucapnya, kepada Cendana News, Rabu (17/1/2018).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, aksi nyata komunitas pecinta alam dan relawan itu kali keduanya digelar di lereng Gunung Lawu. Alasanya, tak lain untuk menjaga kelestarian dan ekosistem alam yang selama ini ada di Lawu.  Gunung Lawu yang sempat beberapa kali terbakar, dikhawatirkan jika tidak ada gerakan penghijuan, ekosistemnya akan terganggu.
Menurut Aziz, tak kurang dari 2.500  pohon ditanam serentak oleh gabungan  komunitas baik dari Karanganyar serta Jadebotabek. Tak hanya tanaman keras seperti akasia atau pun sengon, namun juga tanaman lunak.

“Macam-macam pohonnya,  ada bunga kantil, pohon sengon, akasia, kapas, dan sebagainya. Aksi cinta lingkungan ini  murni  swadaya,  karena masing-masing relawan dan komunitas membawa sendiri-sendiri benih pohonnya,” paparnya.

Aksi cinta alam dan lingkungan dari gabungan  komunitas dan relawan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Sebab, dalam aksi tanam pohon juga melibatkan warga sekitar, untuk bersama-sama turut serta menjaga alam agar tetap alami.

“Kami sangat terima kasih sekali, karena sudah difasilitasi dari relawan dan komunitas untuk menjaga alam tetap alami dengan tanam pohon bersama. Apalagi, warga masyarakat setempat  juga dilibatkan,” tambah Camat Tawangmangu Rusdiyanto.

Menurutnya, aksi cinta alam dan lingkungan perlu didukung penuh dan terus digalakkan. Tak hanya di gunung, tetapi kondisi lingkungan lain yang memerlukan sentuhan relawan dan komunitas alam juga penting dilakukan. Seperti bersih sungai sebagai antisipasi banjir, maupun lokasi yang sama sekali tidak tersentuh.

“Aksi cinta lingkungan ini bisa dilakukan di mana saja,  dalam artian memberikan akses kepentingan masyarakat. Seperti memberishkan saluran tersumbat kita bersihkan bareng-bareng untuk antisipasi banjir. Kita sarankan juga menanam  di tempat yang  tidak kelihatan. Menggunakan ketapel, misalnya,  dengan dilempar di tempat jauh, misalnya di tebing atau jurang ke depannya bisa tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya.

Lihat juga...