MEULABOH – Akademisi dan mahasiswa di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, membentuk Forum Aceh Menulis (FAMe). Upaya tersebut menjadi bagian dari keinginan memperkuat budaya literasi kalangan intelektual di daerah setempat.
Koordinator FAMe Meulaboh, Muhsinuddin, S.Ag, MM mengatakan, FAMe yang dibentuknya ingin menumbuh kembangkan budaya literasi untuk membangun masa depan generasi muda setempat. “Kita ingin menumbuh kembangkan budaya literasi untuk membangun masa depan generasi muda yang lebih hebat,” jelasnya, Senin (1/1/2018).
Forum yang dibentuk diyakini bisa menjadi ruang pertemuan secara berkala dan terbuka bagi anggotanya yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa di daerah. Pertemuan yang digelar secara rutin diklaim bisa semakin memperkuat rangka budaya membaca dan menulis di masyarakat.
“Dari situ (pertemuan rutin FAMe) diharapkan nanti akan memperkuat kompetensi menulis mereka, baik buku, jurnal internasional maupun opini popular. Silabi untuk satu tahun sudah disusun,” tambahnya.
Staf Ahli Bupati Aceh Barat, Dr Erwansyah selaku pembina bersama inisiator FAMe Aceh mengharapkan, keberadaan forum tersebut bisa menjadi sarana pembangunan SDM di bidang pendidikan. “Mampu meningkatkan kompetensi membaca dan menulis, pemda tentunya memberikan apresiasi untuk hal yang seperti ini,” tandasnya.
Pembina FAMe Aceh yang merupakan praktisi jurnalis setempat, Yarmen Dinamika, menyebut, melalui FAMe akan diperoleh peningkatan kompetensi generasi muda dalam menulis buku, jurnal, opini serta sastra. (Ant)