Dua Warga Ponorogo Jalan Kaki ke KPK, Temui Anies di Balai Kota DKI

JAKARTA —- Dua orang pria asal Ponorogo, Jawa Timur, Pujiana dan Wakidi, mendatangi Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat dengan berjalan kaki selama 27 hari. Mereka ingin memperingati Hari Anti Korupsi.

Setibanya di Balaikota, Pujiana dan Wakidi diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pujiana mengatakan, bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang pro dengan rakyat, mengerti kebutuhan rakyat kecil. Oleh sebab itu, dirinya yakin jika Anies Baswedann mampu memberantas korupsi di DKI Jakarta.

“Kami bahas dengan Pak Gubernur tadi adalah penanaman ideologi anti korupsi. Jakarta ini, saya yakin bisa menanamkan ideologi anti korupsi,” kata Pujiana, di Balai Ruang, Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2018).

Dia juga mengatakan, datang ke Jakarta hanya bermodal jalan kaki selama 27 hari dengan jarak tempuh sekitar 900 kilometer dari Ponorogo menuju Jakarta. Niat untuk berjalan kaki dari Ponorogo menuju Jakarta telah tertanam sejak 3 tahun lalu dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi.

Dia berjalan kaki dari Ponorogo sejak 9 Desember 2017 hingga 18 Januari 2018. Sesampainya di Jakarta, langsung mendatangi Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Rasuna Said, Jakarta Selatan. BacaWarga Ponorogo Jalan Kaki ke KPK Adukan Kasus Korupsi

Mereka datang ke Balai Kota ingin bertemu dengan Anies Baswedan untuk menyampaikan langsung mengenai visinya terkait rawannya korupsi Ibukota Jakarta maupun di daerah-daerah.

Dia mempercayai Anies mampu memberantas korupsi. Dia juga akan berkampanye kepada anak-anak didik untuk melawan korupsi. “Kami serahkan ke Pak Anies, insyaallah dengan demikian kita selalu berkampanye anti korupsi ke anak didik, karena Jakarta akan menjadi kiblat dari kota-kota lain,” tuturnya.

Selelah bertemu langsung dengan Anies Baswedan, mereka akan kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul kembali dengan keluarga yang telah menunggu kehadirannya. Mereka akan pulang menggunakan jasa transportasi kereta api dengan pembiayaan pribadi. “Nanti kami mau pulang menggunakan kereta dari kocek sendiri,” ucapnya.

Lihat juga...