DPRD Minta Pemkot Surabaya Optimalkan Beras Lokal

SURABAYA  – Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota setempat lebih mengoptimalkan ketersediaan beras dari petani lokal ketimbang mengimpor.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Junaedi, di Surabaya, Kamis, mengatakan, sejak awal Gubernur Jawa Timur Soekarwo sudah sepakat menolak adanya beras impor.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada pemerintah kota untuk mengikuti kebijakan itu,” katanya.

Menurut dia, ketersediaan beras dari petani lokal sebenarnya sudah mencukupi, misalnya beras yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Kediri dan beberapa daerah lain di Jatim.

“Seyogyanya beras impor tidak sampai masuk Surabaya. Kita coba beras dari para petani untuk dikonsumsi,” katanya.

Ia mengatakan ada sejumlah manfaat jika masyarakat tetap menkonsumsi beras dari petani lokal, salah satunya untuk mengikis kesenjangan ekonomi.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta Perusahaan Daerah Pasar Surya Surabaya untuk terus mengontrol keberadaan beras lokal di pasaran. “Nanti kami juga melihat secara langsung ke Bulog,” ujarnya.

Sementara untuk antisipasi melonjaknya harga beras di pasar, Junaedi meminta Dinas Perdagangan Kota Surabaya lebih sering dalam menggelar operasi pasar.

Untuk itu, Junaedi meminta Dinas Perdagangan Surabaya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim dan Bulog dalam menggelar operasi pasar atau bazar murah.

“Saran kami, perasi pasar atau bazar murah dilakukan lebih sering,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih sebelumnya mengatakan pihaknya mengoptimalkan pengawasan harga beras di pasaran sebagai acuan perlu dan tidaknya menggelar operasi pasar di sejumlah titik.

“Adanya operasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan kenaikan harga, sehingga harga komoditi di Surabaya, terutama beras bisa kembali stabil,” kataya.

Dinas Perdagangan telah menggelar operasi pasar selama Januari 2018 ini. Pada 17 Januari, Dinas Perdagangan telah menggelar operasi pasar di Kecamatan Asemrowo, Krembangan, Tenggilis Mejoyo dan Benowo.

Sedangkan pada 18 Januari, operasi pasar digelar di Kecamatan Mulyorejo, Bulak, Jambangan, dan Dukuh Pakis. Selain itu, operasi pasar digelar pada 19 Januari di Kecamatan Tambaksari, Gubeng, Bubutan, dan Genteng.

Pada 2017, lanjut dia, Dinas Perdagangan sudah menggelar sebanyak 524 operasi pasar, dan tahun ini hingga 15 Januari 2018, pihaknya sudah menggelar 20 operasi pasar di beberapa titik di Kota Surabaya. (Ant)

Lihat juga...