Dalam Setahun Tabur Puja Solok Cetak Puluhan Pengusaha Baru
SOLOK — Keberadaan Tabur Puja di Jorong Balai Oli, Nagari Jawi-Jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah dirasakan oleh sebagian masyarakat di sana.
Tabur Puja yang hadir semenjak akhir 2016 mampu menumbuhkan puluhan usaha baru. Daerah yang terkenal dengan Bareh Solok nya ini, memang kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani. Akan tetapi, bukan berarti, masyarakat daerah itu tidak memiliki keinginan untuk melahirkan usaha, sebagai upaya menambahkan pemasukan keluarga.
Admin Tabur Puja di Jorong Balai Oli, Nagari Jawi-Jawi Guguak Selvi Delvita mengatakan saat ini jumlah penikmat Tabur Puja di daerahnya itu mencapai 95 orang.
Kebanyakan penikmat Tabur Puja merupakan masyakarat yang beprofesi sebagai petani. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa selain beraktivitas di sawah, para petani juga memiliki usaha sampingan yang dijalani di rumah.
“Sebagian besar yang meminjam ke Tabur Puja memang petani. Tapi juga yang ada dari peternak itik, pedagang warung kalontong, dan usaha rumahan. Dengan usaha yang dijalaninya itu, persoalan kredit macet sangat sedikit di sini,” katanya, Selasa (9/1/2018).
Adanya pertumbuhan usaha baru dan perekonomian masyarakatpun terlihat terus membaik. Masyarakat setempat terus mendatangi Kantor Tabur Puja yang ada di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN).
Hari kas yang dijalani setiap hari Senin per pekannya itu, selalu menerima masyarakat yang datang ke Tabur Puja untuk mengusulkan permintaan peminjaman modal usaha.
Setiap pekan lima hingga sepuluh orang datang mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja yang berada di Kantor KAN Balai Oli tersebut. Dengan demikian, dapat terlihat bahwa cukup banyak usaha-usaha baru yang akan bermunculan, melalui pinjaman lunak Tabur Puja.
“Dari setahun berjalan ini, kebanyakan penikmat Tabur Puja kini sudah masuk ke peringkat kedua. Artinya, dari tahap pertama uang yang dicairkan untuk memberikan pinjaman ke masyarakat Rp2 juta, setelah setahun berjalan kini pinjamanpun berjalan ke tahap kedua dengan jumlah pinjaman Rp3 juta,” ujarnya.
Ia mengaku, meski kebanyakan penikmati Tabur Puja berada pada tahap kedua, tidak dapat dipungkiri juga ada penikmati Tabur Puja sudah berada pada tiga ketiga yakni dengan jumlah pinjaman modal usaha Rp4 juta.
Masyarakat yang terus melanjutkan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja itu, merupakan masyarakat yang telah mendaftar semenjak pertama kali Tabur Puja masuk ke Jorong Balai Oli.
Tidak hanya itu, Selvi juga menyebutkan, cerita tentang adanya keinginan masyarakat dengan kehadiran Tabur Puja berawal setelah adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Tabur Puja, yang berkantor di KPRI Kencana BKKBN, Kabupaten Solok.
Setelah memahami hal-hal teknis yang disampaikan oleh Tabur Puja, membuat masyarakat bersepakat untuk mengusulkan kepada Tabur Puja, agar hadir di daerahnya.
Daerah itu sebetulnya cukup terkenal banyak para rintenir yang masuk ke masyarakat. Kondisi pun membuat sejumlah masyarakat merasa tidak nyaman. Rentenir membuat situasi perekonomian masyarkat seperti semakin memburuk.
Dengan masuknya Tabur Puja, persoalan itu berhasil diselesaikan, dan dampaknya setahun berjalan Tabur Puja di Jorong Balai Oli ekonomi masyarakatpun terus tumbuh membaik.
“Para suami yang turun ke sawah untuk bertani, sementara istrinya berdiam di rumah. Supaya ada penambahan penghasilan, istri pun mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja untuk membuka usaha baru, seperti membuat usaha gorengan di rumah, kerupuk, dan berbagai hal lainnya yang dapat membantu tambahan penghasilan keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang penikmat Tabur Puja di Jorong Balai Oli, Sushidrila Fatma mengakui dengan adanya pinjaman lunak dari Tabur Puja, ia telah mampu menjalankan usaha baru, dan turut memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya.
“Suami saya bekerja sehari-hari di sawah. Kalau lagi panen Alhamdulillah ada rezeki, cuma kalau proses menjelang panen itu keluarga butuh biaya juga. Nah, dengan usaha rumahan yang saya jalani ini bisalah memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, sembari menunggu masa panen datang,” jelasnya.
Tuturnya dengan modal usaha awal yang diberikan Tabur Puja sebanyak Rp2 juta dan dengan bunga kredit yang terbilang sedikit, sangat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pinjaman modal usaha.
Apalagi syarat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha tidaklah terlalu rumit, yakni hanya perlu membawa fotokopi KTP dan KK, beserta tanda domisili dari Pemerintah Nagari setempat.
Selebihnya, jaminan yang diberikan yakni dalam bentuk sosial, karena untuk mengajukan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja harus berupa kelompok.
“Dengan hal demikian sangatlah membantu, apalagi seperti kami masyarakat yang pra sejahtera. Jadi butuh dukungan dari segi pendanaan supaya memiliki usaha yang bisa memperbaiki ekonomi keluarga,” ucapnya.
