Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Nelayan Makassar Menurun Drastis

MAKASSAR—Darwis sibuk membongkar ikan hasil tangkapannya di Pelabuhan ikan (TPI) Paotere. Hasil tangkapan yang yang didapatkan Darwis mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh cuaca buruk yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Pasalnya dengan cuaca buruk yang terjadi saat ini, nelayan tidak dapat melaut jauh. Tidak hanya berpengaruh dengan jarak melaut para nelayan, cuaca buruk juga berpengaruh dengan hasil tangkapan nelayan. Hal ini berpengaruh dengan pendapatan penghasilan yang didapatkan oleh nelayan.

Darwis menceritakan saat ini dirinya tidak bisa melaut terlalu jauh. padahal biasa dirinya bisa melaut sampai ke perairan Sumatera, kini hanya bisa melaut di dekat Kalimantan.

“Biasanya saya bisa melaut sampai ke Sumatera kini cuma di sekitar pulau Kalimantan saja. Bahkan hasil tangkapan kami berkurang drastis,” jelas Darwis saat ditemui Cendana News di sela kesibukannya, Senin (15/1/2018).

Cuaca buruk ini sudah mulai dirasakan oleh nelayan sejak desember lalu. Akan tetapi, memasukki Januari cuaca mulai sangat buruk, bahkan ketinggian ombak bisa mencapai 5 meter. Sehingga membuat Darwis enggan untuk melaut jauh, sedangkan untuk hasil tangkapan Darwis sendiri juga mengalami penurunan.

Biasanya Darwis mampu mendapatkan hasil tangkapan mencapai 5 ton jika cuaca sedang baik. Namun saat cuaca tidak mendukung seperti saat ini Darwis hanya mampu mendapat setengah ton saja. Tidak heran jika berpengaruh dengan pendapatan Darwis, bahkan Darwis mengalami kerugian di saat seperti ini.

Darwis menambahkan akibat cuaca buruk berpengaruh pada penghasilannya bahkan tidak sering dirinya harus mengalami kerugian.

“Satu kali melaut saya mengeluarkan modal sampai 20-40 juta rupiah. kalau hujan begini bahkan untuk kembali modal tidak sampai karena hasil tangkapan yang sedikit, bahkan jika melaut disaat seperti ini kita bertaruh dengan nyawa,” keluhnya.

Kepala UPTD Pelelangan Paotere Drs. Abbas membenarkan jika hasil tanggkapan nelayan menurun. Hal ini ditunjukkan dengan data-data pada periode Januari. Jika di waktu normal biasanya Paotere menerima ikan 30-50 ton per harinya

Saat seperti ini Paotere hanya menerima hasil tangkapan ikan 23-25 ton per harinya. Akibat dari menurunya hasil tangkapan ikan harga ikan melonjak sebesar 20-30%. Kenaikan harga ikan juga berdampak dengan pembeli yang datang ke Paotere menurun.

“Kenaikkan harga ikan sebesar 20-30% berdampak pada pengunjung paotere yang datang juga menurun sehingga pendapatan Paotere menurun,” ungkapnya.

Tidak hanya nelayan yang mengeluh dengan cuaca buruk. Rahma seorang ibu rumah tangga di Kota Makassar, juga mengeluh dengan kenaikan harga ikan di pasar. Hal ini membuat Rahma tidak setiap hari membeli ikan untuk lauk di rumah.

“Saya ganti lauk anak-anak dengan tahu dan tempe. Seminggu saya hanya membeli 2 kali ikan untuk lauk. Padahal anak-anak sangat suka makan ikan,” tutupnya.

Drs. Abbas, Kepala UPTD Pelelangan Paotere-Foto: Nurul Rahmatun Ummah.
Lihat juga...