PALU – Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) menambah titik-titik penjualan beras operasi pasar stabilisasi harga. Penambahan dilakukan setelah sebelumnya operasi digelar di dua pasar tradisional yang ada di Kota Palu dan sejumlah kecamatan.
Kepala Perum Bulog Sulteng Khozin mengatakan, operasi pasar digelar dalam rangka mengamankan stok dan harga beras di pasaran. Upaya untuk mengamankan harga beras dilakukan dengan menjual beras sebagai bentuk intervensi terhadap pasar.
Operasi pasar digelar dengan menjual beras medium dan premium namun harga yang dipasang di bawah harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Selain di dua pasar tradisional di Kota Palu, juga ada operasi pasar dilaksanakan di beberapa pasar kecamatan dalam wilayah Palu. “Kami maksimalkan operasi pasar dengan membuka outlet penjualan beras di pasar tradisional dan juga di kios milik warga dengan catatan harga tidak boleh melebihi standar harga yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya, Minggu (21/1/2018).
Dia berharap dengan semakin banyak titik operasi pasar mampu menekan kenaikan harga beras di pasaran. Kenaikan harga beras saat ini terjadi hampir menyeluruh di setiap daerah dan pemicunya adalah karena belum memasuki musim panen, yang baru akan berlangsung pada Maret dan April 2018.
Kondisi ini juga diduga karena tindakan spekulasi para pedagang yang memanfaatkan kondisi pasar. Selain operasi pasar, untuk menekan harga jual beras Bulog Sulteng juga mempercepat penyaluran beras bantuan sosial atau selama ini dikenal raskin atau rastra.
Khusus penyaluran bansos di Sulteng, baru dilakukan untuk warga miskin di Kota Palu sementara kabupaten belum dilakukan. “Tetapi akan diupayakan secepatnya untuk kabupaten,” tandasnya.
Sementara itu dari pantauan di pasar, harga beras di tingkat pengecer di Kota Palu, mengalami lonjakan tajam. Sejumah pedahang menyebut, naikanya harga diduga karena belum masa panen padi di sejumlah sentra produksi di daerah itu.
Harga beras Bramo dan Cimandi yang dijual pedagang di pasar Masomba Palu biasanya rata-rata hanya Rp480.000 per satu karung isi 50kg. Kini harganya naik menjadi Rp510.000 perkarung isi 50 kilogram.
Di kawasan Pasar Masomba ada beberapa titik atau kios menjual beras Bulog jenis medium dan premium. Beras premium dijual Bulog lewat operasi pasar Rp9.000 per kg dan beras medium Rp8.500 per kg. Sulteng termasuk daerah selama ini surplus beras. (Ant)