Serangan Bersenjata di Intercontinental Hotel Kabul Tewaskan 19 Orang

KABUL – 19 orang dilaporkan tewas dan 12 lainnya mengalami luka-luka saat Hotel Intercontinental di Kabul diserang oleh sekelompok laki-laki, Sabtu (20/1/2018) malam. Korban berjatuhan setelah terjadi kontak senjata antara kelompok penyerang dengan pasukan khusus Afghanistan.

(Baca : https://www.cendananews.com/2018/01/hotel-intercontinental-di-kabul-diserang-tamu-disandera.html).

Kementerian Kesehatan Afghanistan memperkirakan, jumlah korban meninggal dan luka-luka diperkirakan masih akan bertambah. Sementara untuk 19 korban meninggal dan korban luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

“19 mayat telah dibawa ke rumah-rumah sakit kota, dengan enam orang diidentifikasi warga negara asing. Namun, jumlah korban mungkin bertambah,” Juru bicara Kementerian Kesehatan Publik Wahid Majroh, Minggu (21/1/2018).

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri  Afghanistan Najib Danesh menyebut, lima orang penyerang dilaporkan semuanya tewas setelah melakukan kontak senjata dengan pasukan keamanan.

Danesh mengatakan, pengepungan tersebut berakhir pada Minggu saat pria bersenjata terakhir ditembak mati. Bahkan setelah para pejabat mengatakan serangan tersebut telah berakhir, tembakan senjata dan ledakan sporadis dapat terdengar dari tempat tersebut.

Tidak pasti berapa banyak orang bersenjata yang terlibat. Danesh mengatakan tiga orang bersenjata tewas, sementara saksi mata mengatakan empat orang terlibat dan Taliban mengatakan lima orang.

Sementara itu maskpai penerbangan lokal Kam Air mengatakan, sekitar 40 orang kru pesawat terdiri dari pilot dan awak udaranya tinggal di hotel itu. Kru pesawat tersebut banyak di antara merupakan warga negara asing. Dari laporan yang diterima sebanyak 10 orang kru pesawat tewas dalam serangan tersebut.

Laporan-laporan yang muncul menyebutkan di antara para korban meninggal adalah orang-orang Venezuela dan Ukraina. Deputi Direktur Maskapai Kam Air Zamari Kamgar mengatakan, pihaknya masih berusaha mencari keberadaan para staf penerbangannya.

Saksi mata menyebutkan, lebih dari 150 tamu melarikan diri setelah terjadinya serangan. Dengan beberapa lembar kain yang diikat menjadi tali, para tamu  berusaha menyelamatkan diri dengan bergelantungan dari jendela lantai atas. Sebagian diantaranya berhasil diselamatkan pasukan Afghanistan.

Salah seorang tamu Hotel Intercontinental Abdul Rahman Naseri yang berada di hotel untuk menghadiri sebuah konferensi mengatakan, Dirinya berada di aula hotel saat melihat empat pemberontak mengenakan seragam tentara masuk ke hotel. “Mereka berteriak dalam bahasa Pashto, Jangan tinggalkan salah satu dari mereka hidup-hidup, baik atau buruk. Tembak dan bunuh mereka semua, teriak salah satu dari mereka,” kata Naseri.

Penyerbuan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan yang telah mempertegas situasi genting di kota tersebut, dan kemampuan militan untuk meningkatkan operasi tingkat tinggi yang bertujuan meruntuhkan kepercayaan pada pemerintah yang didukung Barat.

Pada Minggu yang kelam, awan tebal dari asap hitam bisa terlihat membumbung dari bangunan. Beberapa kendaraan militer lapis baja Amerika Serikat dengan senapan mesin berat tampak terlihat mendekati hotel bersama dengan unit polisi Afghanistan. (Ant)

Lihat juga...