Bank Pakan Fermentasi Jerami Solusi Ketersediaan Pakan Ternak

YOGYAKARTA — Ketersediaan jerami di musim panen seperti sekarang ini hampir selalu berlimpah di setiap daerah. Sayangnya pemanfaatan jerami sebagai residu tanaman padi belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selama ini banyak petani hanya memanfaatkan jerami sebagai pakan ternak mereka. Pemanfaatan jerami sebagai pakan ternak itu, juga masih dilakukan secara tradisional yakni dengan memberikannya langsung pada ternak.

Padahal jika dikelola secara benar, pemanfaatan jerami sebenarnya mampu menjamin ketersediaan pakan ternak bekualitas sepanjang tahun. Yakni dengan mengolahnya menjadi pakan berkualitas dan menyimpannya di bank-bank pakan di setiap daerah.

“Setiap musim panen kita punya ketersediaan jerami yang begitu melimpah. Saking banyaknya, jerami kadang hanya dibuang keluar daerah atau dibakar begitu saja. Padahal jika diolah itu bisa menjamin ketersediaan pakan ternak,” ujar Kepala UPT Puskeswan Bantul, Sri Ida Sulistyorini.

Sebagai upaya menjaga kesehatan ternak dengan penyediaan pakan berkualitas, Ida pun melontarkan gagasan membuat bank pakan di setiap daerah. Yakni dengan memanfaatkan jerami yang selalu melimpah setiap musim panen.

“Semestinya jerami itu kita kumpulkan. Lalu dilakukan proses fermentasi untuk pakan ternak. Karena dengan difermentasi, kualitas jerami sebagai pakan akan jauh meningkat. Nilai gizi dan proteinnya akan semakin tinggi,” kata Ida yang merupakan dokter hewan itu.

Selain itu dengan difermentasi, jerami dikatakan juga akan mampu bertahan sebagai pakan selama berbulan-bulan. Dengan begitu peternak tidak perlu lagi kesulitan mencari pakan ternak, saat musim panen berakhir atau memasuki musim kemarau.

“Jadi saat musim panen, jerami kita kumpulkan lalu kita olah sebagai pakan ternak. Setelah itu kita simpan di bank pakan. Begitu pakan habis, peternak tinggal mengambilnya saja. Jadi tidak perlu mencari ke luar daerah bahkan sampai membeli,” tuturnya.

Ida sendiri menyebut konsep bank pakan itu sebenarnya pernah diterapkan di sejumlah daerah di Kabupaten Bantul. Namun sayangnya hal itu kurang dapat berjalan hingga akhirnya mati.

“Kita terus berupaya mendorong agar bank pakan ini bisa dibuat dan dijalankan di setiap wilayah. Paling tidak dimulai dari kelompok kelompok tani atau kelompok ternak. Karena ini akan sangat bermanfaat,” pungkasnya.


Kepala UPT Puskeswan Bantul Sri Ida Sulistyorini-Foto: Jatmika H Kusmargana.
Lihat juga...