Balikpapan Kekurangan Guru SD dan SMP

BALIKPAPAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, mencatat guru pengajar untuk Sekolah Dasar (SD) hingga kini masih kurang. Guru yang dibutuhkan sebanyak 220 orang untuk guru kelas SD.

Untuk memenuhi guru SD itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merekrut guru non-PNS. Tidak hanya kekurangan guru SD, namun kota minyak ini juga kekurangan guru pengajar untuk SMP. Guru pengajar untuk SMP masih kekurangan sekitar 60 guru, dan yang dibutuhkan guru mata pelajaran.

“Kalau guru SD yang dibutuhkan adalah guru kelas. Sedangkan SMP guru mata pelajaran dan bervariasi ada bahasa Indonesia, olahraga dan lainnya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota, Muhaimin, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/1/2018).

Dia menilai, kebutuhan guru sangat mendesak khususnya untuk sekolah dasar. Karena di SD itu sangat sedikit jumlah guru yang PNS. “Ada di sekolah kami yang jumlah gurunya 10 orang, tapi PNS-nya hanya 2 orang. Makanya, kebutuhan guru ini sangat mendesak, kalau kurang guru bisa tidak maksimal,” terangnya.

Di setiap sekolah negeri, minimal harus ada empat guru PNS, terdiri dari kepala sekolah (kepsek), bendahara sekolah, pengelola barang dan petugas tata usaha (TU).

Karena itu, pihaknya mengusulkan tambahan guru pengajar ke pemkot yang ditujukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Kita sudah usulkan ke BKD kemudian ditujukan ke Kemenpan. Apalagi, guru ini juga ada purnatugas sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga kebutuhan guru ini sangat mendesak,” kata Muhaimin.

Saat ini, jumlah guru non-PNS yang sudah direkrut sebanyak 2.800 guru. Sedangkan jumlah guru PNS sebanyak 6.000 orang.

“Selama ini kekurangan guru disiasati dengan merekrut guru non-PNS, mereka di bayar dari dana BOS Kota dan Nasional. Kalau Bosda sudah tidak ada lagi, karena itu khusus SMA/SMK dan kini sudah beralih ke provinsi,” ujarnya.

Lihat juga...