Anjungan Papua Bertekad Lebih Pro Aktif di 2018

JAKARTA — Kepala Sub Bidang Promosi Penghubung Kantor Perwakilan Papua, Alexander S. Ick mengatakan, tahun 2018 ini Anjungan Papua akan lebih pro aktif mengikuti kegiatan yang diagendakan oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Bahkan, tegas dia, pihaknya akan meminta pencerahan atau evaluasi dan advokasi dari TMII untuk mengarahkan anjungan Papua. Supaya anjungan ini tidak terkesan ikut-ikutan tapi tahu arahnya, perkembangannya sekarang bagaimana dan apa saja yang harus dibenahi anjungan Papua di tahun 2018.

“Tentunya karena konteks TMII, punya evaluasi dan penilaian terhadap semua anjungan. Ini yang kami harapkan dan kami akan meminta bagaimana sekarang ini evaluasi atau penilaian dari TMII terhadap Papua secara khusus,” ungkap Alex kepada Cendana News di temui di Anjungan Papua TMII, Minggu (7/1/2018).

Penilaian itu, sebut dia, akan menjadi bahan berbenah diri anjungan Papua untuk lebih baik lagi di tahun 2018 ini dalam pelestarian seni budaya bangsa.

Selain itu, lanjut Alex, di tahun 2018 ini pihaknya akan lebih getol membangun komunikasi dan koordinasi dengan Otonomi Pemerintah Daerah (OPD) terkait di Provinsi Papua, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan.

“Selama ini mungkin koordinasinya yang belum berjalan baik, terkesan terbagi-bagi. Kita akan tingkatkan koordinasi komunikasi dengan berbagai pihak untuk promosi pengembangan budaya Papua,” ujar Alex.

Hadirnya anjungan Papua di TMII, pihaknya merasa bersyukur karena seni budaya Papua lebih dikenal oleh berbagai kalangan secara luas. Biarpun tidak sempat ke Papua, tapi masyarakat Indonesia bisa berkunjung ke TMII sebagai jendelanya seni budaya bangsa, terkhusus untuk mengetahui ragam budaya Papua, walaupun belum tersaji secara keseluruhan.

Sehingga tegas dia lagi, di tahun 2018 ini berusaha mendorong promosi pariwisata yang ada di Papua di anjungan ini. Sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke sana.

“Ketika mereka datang ke sini akan tahu tempat-tempat pariwisata di Papua. Anjungan Papua ini jendela informasi untuk tingkatkan wisatawan,” kata Alex.

Kepala Sub Bidang Promosi Penghubung Kantor Perwakilan Papua, Alexander S. Ick. Foto: Sri Sugiarti.

Tampilnya rumah Kariwari dan pemukiman suku Dani serta Rumseram adalah sebagai simbol seni budaya Provinsi Papua. Begitu juga dengan benda-benda budaya lainnya seperti ukiran Asmat.

Alex mengaku memang belum semua simbol budaya suku-suku Papua bisa dihadirkan di anjungan ini. Sehingga terkadang banyak orang Papua yang tinggal di Jakarta atau provinsi lain bertanya kenapa seni budaya sukunya tidak ditampilkan.

“Mereka masih ada yang kurang puas karena tampilan daerahnya belum ada di sini. Itu dari sisi budaya benda, belum lagi tarian,” ujarnya

Sehingga ke depan kata Alex, anjungan Papua ini perlu dikembangkan seni budaya suku lainnya. Ini untuk menambah koleksi budaya Papua, dan jumlah hazanah seni budaya Indonesia secara umum.

Sesungguhnya, jelas Alex, masih banyak yang punya daya tarik Papua yang bisa ditampilkan di TMII.Namun karena terkendala faktor jarak Papua ke Jakarta cukup jauh sehingga masalah biaya tranportasi menjadi pertimbangan. Beda dengan anjungan Jawa Timur yang dekat dengan Jakarta, misalnya saban minggu menggelar acara perwakilan setiap kabupaten.

“Papua, banyak seni budaya yang bisa ditampilkan di TMII, cuma kendalanya jarak. Kami juga harus jujur bahwa masih kurang maksimal dukungan dari pemerintah daerah untuk pelestarian seni budaya Papua ini di TMII,” ungkapnya.

Alex pun berharap kedepan setiap tahun paling tidak ada dua kegiatan besar di anjungan ini. Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan terus berpartisipasi pada acara yang diagendakan TMII. Seperti, parade tari daerah, parade lagu daerah, parade keprajuritan, pekan HUT RI, HUT TMII, pekan Desember, pekan lebaran, dan lainnya.

Untuk meningkatkan gairah generasi milenium, anjungan Papua juga mengadakan pelatihan tarian Papua. Pengajarnya adalah para pelatih tari diklat Anjungan Papua yang profesional. Menurut Alex, generasi milenium itu aset bangsa yang harus melestarikan seni budaya bangsa, salah satunya budaya Papua.

Lihat juga...