Tanah Hibah Kampus UNIPA Dijadikan Lahan Pertanian
MAUMERE – Tanah lapang milik kampus Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere yang dihibahkan oleh pemerintah kabupaten Sikka di kelurahan Kota Uneng, kecamatan Alok, seluas sekitar 2,5 hektare dimanfaatkan oleh fakultas Pertanian Unipa menjadi lahan pertanian.
“Lahan tersebut sudah kami tanami jagung hibrida dan akan dipergunakan untuk lahan praktek fakultas Pertanian Unipa, dan para mahasiswa akan melaksanakan di tempat ini,” sebut Hendrikus Darwin Beja, SP., M.Si., Senin (4/12/2017) sore.

Saat ditemui Cendana News di kampus Unipa usai mengajar, Sekretaris Program Studi Agroteknologi ini mengatakan, jenis tanaman yang dikembangkan di tempat ini berbasis pasar, dan saat awal musim tanam ini sudah ditanami jagung hibrida, kedeleai dan kacang hijau.
“Setelah panen kita akan menanam sayur-sayuran seperti tomat, sawi dan bawang merah serta buah-buahan seperti papaya. Karena di sana adalah lahan praktek mahasiswa fakultas pertanian dan penelitian, maka sementara sedang dibangun bengkel pertanian dan rumah istirahat dosen,” terangnya.
Ke depan, tandas Hendrikus, di lahan tersebut akan dikembangkan juga beberapa jenis tanaman sayuran dan buahan dengan mengusung konsep agro wisata. Dengan demikian, masyarakat bisa melihatnya bahkan membeli sayuran dan buah-buahan di tempat ini.
“Sumurnya sudah kami gali sedalam 40 meter. Sumber airnya cukup besar, sehingga kami juga sedang membangun tempat penampung air. Lokasinya yang berada di tengah kota tentu sangat strategis bagi masyarakat dan para petani untuk mampir ke tempat ini sekalian juga belajar bertani,” sebutnya.
Gabriel Otan Apelabi, ST., dosen fakultas Pertanian Unipa lainnya yang ditemui Cendana News menyebutkan, beberapa dosen Unipa pernah belajar di negara Israel terkait irigasi tetes, sehingga nantinya ilmu yang diperoleh akan coba diterapkan di lahan pertanian tersebut, sebelum dikembangkan di lahan pertanian di Sikka.
Israel dengan kondisi tanahnya yang gersang dan curah hujan minim saja, kata Gabriel, bisa mengekspor sayur-sayuran dan buah-buahan ke Eropa. Sementara di Sikka sendiri tanahnya lebih subur, tetapi kenapa tidak bisa seperti mereka?
Berkat dorongan Ketua Yayasan Nusa Nipa dan Rector Unipa pihaknya, akan coba mempraktekkan irigasi tetes ini di Sikka. Selain itu, juga sudah membangun green house di lahan pertanian tersebut, yang di dalamnya akan dikembangkan tanaman dengan suhu dan iklim yang diatur sesuai jenis tanaman yang ditanam.
“Jadi, misalnya tanaman yang biasa dikembangkan di pulau Jawa yang bila nantinya ditanam di tempat tersebut, maka iklim dan suhunya direkayasa sesuai dengan yang ada di pulau Jawa,” terangnya.
Gabriel juga mengatakan, pihaknya sedang membuat kolam ikan di pinggir kebun untuk memelihara ikan dan siklus airnya juga dimanfaatkan untuk menyirami tanaman.