Meski Bandara Beroperasi Normal, Turis Masih Enggan Berlibur ke Bali

DENPASAR — Meski telah dibuka kembali sejak lima hari yang lalu pasca penutupan akibat letusan Gunung Agung, aktifitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih masih diwarnai dengan pembatalan penerbangan. Tercatat hingga hari ini terdapat 57 yang dibatalkan.

“22 penerbangan Domestik dan 35 penerbangan Internasional,” sebut Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Angkasa Pura I, Arie Ahsannurohim, Minggu (3/12/2017).

Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Angkasa Pura I, Arie Ahsannurohim- Foto: Sultan Anshori

Dijelaskan, penerbangan domestik yang dibatalkan rata-rata dengan tujuan dari dan akan menuju Jakarta. Sementara untuk Internasional lebih didominasi tujuan ke beberapa negara bagian di Australia dan Cina.

“Pembatalan tersebut merupakan kewenangan dari pihak maskapai. Alasan mereka tetap karena Vulkanologi Gunung Agung,” jelasnya.

Tidak hanya berdampak kepada transportasi udara, erupsi Gunung Agung juga berdampak kepada sektor perekonomian dan pariwisata.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Cendana News, banyak turis baik dari domestik maupun mancanegara yang membatalkan kunjungannya. Seperti terlihat di Pantai Kuta, di hari biasa tempat ini selalu ramai, namun kali ini nampak sepi. Hal serupa juga terlihat di pasar Seni Kuta yang letaknya persis di dekat pantai Kuta.

Suherman, salah seorang pedagang baju di Pasar Seni Kuta mengatakan, pemandangan sepinya pasar ini sudah biasa terlihat sejak adanya peningkatan aktivitas vulkanologi Gunung Agung.

“Tepatnya pas waktu Erupsi, tamu langsung pergi pulang ke negaranya,” ucap pria paruh baya ini.

Ia menambahkan, akibat sepinya tamu yang berkunjung juga berimbang terhadap aktivitas jual beli. Ia mengaku mengalami penurunan penjualan hingga 90 persen.

Lihat juga...