Korban Banjir di Bantul Mulai Bersihkan Rumah
YOGYAKARTA – Empat hari pascabencana, sejumlah korban banjir dan longsor di Kabupaten Bantul mulai kembali ke rumah masing-masing. Mereka meninggalkan lokasi pengungsian untuk membersihkan rumah yang beberapa waktu lalu terendam luapan air.
Seperti terlihat di Dusun Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul. Dusun yang berada tepat di sisi Sungai Oya ini merupakan salah satu dusun yang paling parah terkena banjir dan longsor di Kabupaten Bantul. Sejumlah jalan desa di daerah ini sempat tertutup material longsor dan terendam banjir hingga 3 meter.

“Kita kembali ke rumah untuk bersih-bersih. Selain membersihkan jalan, juga membersihkan rumah dan kandang ternak,” ujar Ngatiman (62), warga Dusun Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Jumat (1/12/2017).
Warga membersihkan rumah dengan cara bergotong-royong. Sejumlah relawan, baik dari TNI, Polri, BPBD dan berbagai unsur kelompok masyarakat bahu-membahu membersihkan jalan dan rumah warga.
“Sebagian rumah rusak dan tak bisa ditinggali. Namun, sebagian hanya terendam. Warga yang rumahnya rusak untuk sementara tinggal di rumah saudara atau tetangga sekitar,” katanya.
Sejak bencana banjir dan longsor terjadi Selasa, lalu, aliran listrik di Dusun Sompok sampai saat ini mati. Warga berada di rumah dalam kondisi gelap dengan penerangan seadanya menggunakan lilin.
“Kalau malam kita hanya pakai lilin. Untuk makanan dan air bersih sudah ada pasokan dari relawan. Yang kita butuhkan lebih pada perlengkapan seperti genset, tikar dan obat-obatan,” katanya.