Korban Banjir di Bantul Alami Sejumlah Penyakit
YOGYAKARTA – Puluhan warga korban banjir dan longsor di Dusun Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul, mengaku mengalami penyakit kulit yang berakibat gatal-gatal. Sebagian juga mengaku mengalami sakit pusing, pegal dan darah tinggi.
Hal itu terjadi empat hari pasca peristiwa banjir dan longsor di dusun mereka, Selasa lalu. Sebagian warga kini mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur yang memenuhi tempat tinggal mereka.

“Banyak warga termasuk saya yang kakinya alami gatal-gatal. Selain itu juga pegal-pegal karena terlalu capai membersihkan rumah. Kita sudah diperiksa oleh tenaga medis yang datang. Sudah dapat obat salep juga,” ujar salah seorang warga Ngadinem (46) Jumat.
Salah seorang petugas dokter polisi dari unit bantuan umum perawat urusan kesehatan Polres Bantul, Penda Nuryanti, menyebut ada sekitar 40 lebih warga dusun Sompok yang mengalami sakit. Baik itu penyakit kulit karena kutu air, pusing karena hipertensi, serta pegal-pegal karena kecapaian.
“Tadi kita sudah periksa, ada puluhan warga yang alami sakit. Umumnya terkena jamur. Sudah kita beri obat anti jamur serta kita sarankan mengurangi konsumsi garam dan tidak terlalu banyak beraktivitas,” ujarnya.

Pihak petugas medis sendiri dikatakan masih akan terus memberikan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan bagi warga hingga korban banjir dan longsor. Selain pemeriksaan, layanan kesehatan juga dilakukan berupa layanan konseling mengingat banyak yang alami shock pasca bencana.
“Ada sebagian warga yang masih shock dan trauma yang berdampak pada munculnya penyakit hipertensi. Sehingga kita juga memberikan layanan konseling atau trauma healing pada warga,” katanya.
Salah seorang warga lainnya, Ngatiman berharap, adanya suplai obat-obatan seperti minyak angin, obat pegel-linu, koyok dan sebagainya.