Dampak Gunung Agung, Lombok Maraton Internasional Diundur

MATARAM – Lombok Maraton Internasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sedianya digelar pada 3 Desember 2017, terpaksa diundur sampai 28 Januari 2018.

Pengunduran jadwal lomba dilakukan pihak panitia menyusul erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali yang dikhawatirkan akan mengganggu peserta Lombok marathon saat lomba berlangsung, mengingat Bali dengan Lombok berjarak dekat.

“Bali dengan Lombok lokasinya dekat, semburan abu vulkanik Gunung Agung dikhawatirkan mengganggu peserta saat lomba berlangsung, makanya kita undur,” kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Andy Hadianto di Mataram, Jumat (1/12/2017).

Ia mengaku, tidak mau acara lomba yang sudah dipersiapkan sejak lama tersebut berlangsung tidak sukses, apalagi lomba lari marathon yang digelar merupakan iven internasional yang diikuti peserta dari sejumlah negara.

Alasan lain pelaksanaan lomba lari maraton Lombok diundur, karena erupsi Gunung Agung juga mengakibatkan aktivitas penerbangan dari dan menuju bandara Lombok International Airpot (LIA) buka tutup, belum menentu.

“Karena itu demi keamanan, kenyamanan, kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan acara lomba, kita putuskan untuk diundur menjadi 28 Januari,” katanya.

Dikatakan, saat ini saja banyak peserta yang berasal dari Singapura, Malaysia, Korea Selatan yang sudah berada di Bali, tapi karena Bandara Ngurah Rai Bali juga ditutup, mereka tidak bisa terbang ke Lombok. Demikian halnya dengan peserta dari Jakarta, harus menunda kedatangan.

Kendati acara lomba diundur, Andy mengaku optimis peserta lomba Lombok Maraton tidak akan berkurang dan justru akan semakin bertambah. Penundaan sekarang, murni bukan karena kesengajaan, tapi akibat peristiwa alam yang tidak bisa diprediksi.

“Kita menargetkan jumlah peserta mencapai 5.000 orang,” kata Andy optimis.

Sebelumnya sejak Minggu 26 November 2017, bandara LIA sempat ditutup hingga Senin 27. Penutupan dilakukan akibat erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali, seluruh aktivitas penerbangan bandara Lombok International Airport (LIA) lumpuh total. Seluruh penerbangan dari dan menuju ke Lombok ditutup sejak Minggu pukul 17.55

General Manager Angkasa Pura LIA, Ngurah Ardita mengatakan, penetapan keputusan untuk menutup bandara LIA berdasarkan Notice to Airmen (Notam) atau informasi terbaru mengenai keadaan bandar udara dengan mempertimbangkan aspek safety akibat erupsi Gunung Agung.

Total penerbangan yang dibatalkan berjumlah 16 penerbangan domestik maupun internasional. Penerbangan kembali dibuka pada Selasa 28 November jam 06.00 pagi dan Kamis 30 November, jam 10.37 ditutup lagi hingga 1 Desember 2018.

Lihat juga...