UMKM NTB Diminta Tingkatkan Kualitas Produk
MATARAM – Selain promosi, masalah kualitas menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pasar global. Karena itulah, UMKM di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta senantiasa terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik dan bernilai ekonomi.
“Sekarang ini persaingan penjualan produk UMKM sangat kompetitif, masalah kualitas akan menjadi penentu dalam meningkatkan nilai penjualan,” kata Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri, Ridwan Hasan di Mataram, Selasa (21/11/2017).

Sebagai perwakilan Indonesia di luar negeri, Kemenlu memiliki peran strategis, baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya. Kemenlu juga sebagai tempat investor negara lain mendapatkan informasi tentang kemudahan investasi di Indonesia termasuk mempromosikan pariwisata dan produk UMKM Indonesia.
Karena itulah, Kemenlu membutuhkan banyak informasi dari daerah baik terkait potensi investasi pariwisata maupun produk UMKM. Diakuinya, meski pertumbuhan ekonomi dunia saat ini sedang menurun, tapi sebetulnya proses perdagangan tetap berlangsung. Jika memang kualitas produk bagus dan promosi juga bagus, akan tetap dicari orang. Oleh sebab itu, harus selalu optimis.
“Saya kira semua usaha ada tingkatan untuk maju, harus ada profesionalisme untuk pengembangan produk. Siapa yang membina pengembangan usaha dari disain, kualitas produk, hingga hitungan ekonomi biaya produksi dan pemaketan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB mengatakan, dalam rangka meningkatkan kualitas produk UMKM NTB, selain dilakukan oleh Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota, juga menggandeng Kementerian UMKM termasuk pihak swasta.
“Pembinaan dilakukan, mulai dari proses pengepakan, disain, kualitas produk, SDM hingga strategi pemasaran,” katanya.
Pembinaan UMKM, baik SDM maupun sisi permodalan dilakukan dengan cara keroyokan, mengingat jumlah UMKM yang cukup banyak mencapai 600 unit sehingga tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemda NTB.
Beberapa BUMN maupun BUMS yang ikut melakukan pengembangan dan pembinaan UMKM antara lain, Angkasa Pura, BI, PLN, Telkom, Astra dan sejumlah perusahaan lain.
“Bagi-bagi tugaslah sehingga banyak teman dalam melakukan pembinaan UMKM. Mengingat setiap tahun penduduk tumbuh sehingga mau tidak mau UMKM juga harus ditumbuhkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” tutupnya.