Tegakkan Kedisiplinan, Sinergi Sekolah dan Keluarga

BOGOR – Penegakan disiplin dalam bersekolah semenjak dini menjadi perhatian besar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Basyariah. Pendidikan moral, akhlak, kedisiplinan dan tanggungjawab merupakan satu hal yang harus dilakukan sejak dini.

Pendidikan dasar dan menengah merupakan satu tempat yang paling cocok untuk pembentukan karakter siswa agar disiplin, tangguh dan bertanggungjawab. Sebab, kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. Kamis (16/11) Cendana News menemui Rani Nurmega, Bidang Kesiswaan SMK Al-Basyariah.

Rani mengatakan, bahwa soal kedisiplinan memang merupakan bagian dari program sekolah yang terletak di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tersebut. Sejauh ini, penegakan disiplin yang ada di sekolah tersebut tergolong khas. Rani mengatakan, bahwa ada beberapa tahapan penerapan disiplin di tempatnya mengajar.

Membaca surat tertentu dalam Al-Qur’an merupakan satu sanksi khas dalam menegakkan kedisiplinan. Sanksi tersebut diberikan bagi siswa yang terlambat. “Namun ternyata belum memberikan efek jera,” jelasnya. Rani menambahkan, bahwa saat ini sudah diberlakukan kawasan disiplin yaitu dengan mengunci pagar sekolah pada pukul 07:15 WIB. Rani berharap, bahwa dengan diberlakukannya kawasan disiplin tersebut bisa memberikan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan siswa dan siswi.

Kawasan disiplin SMK Al Basyariah Bogor. Foto: Fajar Nugroho

Rani mengatakan, peran lingkungan sosial di luar sekolah merupakan satu hal yang bisa mendukung pembentukan karakter siswa oleh sekolah. “Orangtua sih mas ya,” ujar Rani seraya menjelaskan bahwa kapasitas pihak sekolah memberi pendidikan bagi siswa selama siswa tersebut berada di sekolah.

Memang sejauh ini pula, jumlah guru dan siswa di sekolah tersebut tidak sebanding. “Kami ada delapan puluh guru dengan seribu tujuh ratus siswa,” ujarnya. Lebih lanjut, Rani mengatakan, bahwa tujuh puluh persen orangtua siswa di SMK Al Basyariah masih mementingkan ijazah formal, dengan mengesampingkan nilai-nilai moral dan akhlak.

Rani mengatakan, pihaknya sudah melakukan hal-hal terbaik untuk membangun moral dan akhlak siswa. Namun dia menyebut bahwa pihaknya memiliki keterbatasan dalam implementasi rencana-rencana tersebut. “Kami juga sudah melakukan integrasi dengan wali kelas sebagai kepanjangan tangan dalam pembinaan ini,” tegasnya.

Memang diperlukan satu pilihan integrasi seluruh pihak dalam rangka membentuk karakter generasi penerus bangsa. Pihak sekolah menjadi satu lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas tersendiri. Tidak hanya pendidikan akademik, sekolah seharusnya juga menjadi tempat pendidikan moral dan budi pekerti.

Hal-hal yang dilakukan oleh pihak sekolah juga memerlukan dukungan dari banyak pihak, salah satu pihak yang seharusnya memberi dukungan adalah lingkungan keluarga. Sekalipun pihak lembaga pendidikan berusaha membentuk karakter siswa, tanpa dukungan yang berarti dari orangtua, maka yang dilakukan oleh pihak sekolah tidak akan memberi dampak yang berarti dalam diri setiap siswa.

 

Lihat juga...