Sistem Pertanian Tumpang Sari, Sangat Menguntungkan

YOGYAKARTA – Sistem pertanian tumpang sari yang memanfaatkan dua jenis tanaman sekaligus masih menjadi pilihan sejumlah petani di Kabupaten Bantul. Selain lebih efisien karena tidak membutuhkan banyak tenaga, sistem ini juga dinilai lebih menguntungkan karena lebih irit dalam penggunaan mulsa, pupuk maupun pestisida, serta saling mendukung sehingga dapat memaksimalkan hasil panen.

Seperti dilakukan seorang petani Sulisyto Pandu, asal Dusun Cangkring, Sumberagung, Jetis, Bantul. Memanfaatkan lahan seluas 6000 meter, ia menanam dua jenis komoditas pertanian sekaligus yakni cabai dan bunga kol. Dua jenis komoditas tanaman palawija ini dipilih karena terbilang membutuhkan perawatan yang minim namun memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Sejumlah petani memanen bunga kol di lahan tumpang sari kawasan Desa Sumberagung, Jetis, Bantul. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Pengeluaran paling tinggi dalam dunia pertanian adalah tenaga. Karena itu, saya mencoba menerapkan sistem tumpang sari ini untuk efisiensi tenaga,” katanya.

Ia menjelaskan, proses penanaman cabai dan bunga kol sendiri dilakukan secara bersamaan dalam satu bedengan. Penggunaan pupuk dasar menjadi faktor penting agar pertumbuhan tanaman bisa optimal. Dari lahan seluas 3000 meter, ia mengaku, bisa menghasilkan bunga kol sebanyak 1,5 ton, dengan harga jual saat ini Rp7000 per kilo. Sedangkan dari cabai, ia bisa memanen hingga 20 kali panen, dengan rata-rata sekali panen sebanyak 1 kuintal, dengan harga jual saat ini Rp18 ribu per kilogram.

“Untuk cabai bisa mulai panen pada usia 90 hari. Sedangkan bunga kol sudah bisa panen dalam waktu 55 hari. Sehingga hasil panen bunga kol bisa untuk menutup biaya produksi. Harga jual bunga kol Rp7000 per kilogram, sudah bagus. Karena memang saya hitung panen saat harga sedang tinggi yakni bulan Sapar. Kalau sedang jelek harga bisa hanya Rp2000 per kilo,” katanya.

Dengan sistem tumpang sari ini, seluruh proses produksi pun dikatakan lebih irit atau efisien. Mulai dari pembuatan bedengan, pemakaian atau penggunaan mulsa, hingga penggunaan pupuk serta waktu penyemprotan obat pengusir hama.

“Cabai rawit bangkok dan bunga koll ini juga saling mendukung. Karena jika kol rentan ulat, maka cabai tidak. Selain itu dua-duanya juga membutuhkan preventif jamur, serta patek dan renget. Karena itu penggunaan pupuk daun bisa diberikan sekaligus. Termasuk penyemprotan obat anti hama,” katanya.

 

Lihat juga...