Putin-Trump Sepakat Perlu Penyelesaian Politik Bagi Suriah
DANANG – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati keperluan penyelesaian politik bagi perang di Suriah tanpa peran militer.
Kremlin telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hal tersebut, sementara Gedung Putih belum memastikan pernyataan bersama kedua presiden tersebut atau pembicaraan di antara kedua tokoh tersebut di sela-sela pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Danang, Vietnam.
Kremlin mengatakan bahwa pernyataan bersama soal Suriah tersebut adalah hasil koordinasi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson. Dalam keadaan IS semakin terdesak di Suriah, perhatian dunia kini tertuju pada perang lebih luas antara kelompok Presiden Bashar al Assad dengan anasir gerilyawan.
“Di sisi lain, Putin dan Trump juga sepakat dalam keperluan akan upaya bersama memerangi sisa kekuatan IS di kawasan Timur Tengah,” kata Kremlin dalam pernyataanya, Sabtu (11/11/2017).
Kedua kepala negara mengakui kedaulatan Suriah, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah untuk terlibat aktif dalam proses politik di Jenewa, kata Kremlin. Moskow dan Washington sepakat tidak ada solusi militer bagi konflik Suriah.
Kremlin juga menambahkan bahwa Trump dan Putin sempat berbincang sejenak sebelum acara pengambilan foto bersama para pemimpin anggota APEC. Putin dan Trump saling menyapa saat berjalan menuju posisi mereka masing-masing dalam sesi foto bersama dengan latar Laut China Selatan itu.
Meski demikian, Gedung Putih mengatakan bahwa tidak ada jadwal pertemuan resmi antara kedua kepala negara tersebut. Rombongan Trump tidak mengeluarkan komentar apapun saat sang presiden meninggalkan Danang menuju ibu kota Vietnam, Hanoi.
Usai dari Vietnam Trump dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan tur Asia ke Filipina untuk menghadiri pertemuan puncak ASEAN. Pada masa kampanye pemilu presiden, Trump memang sempat mengatakan bahwa, alih-alih menggelar permusuhan, pihaknya akan bekerja sama dengan Rusia untuk menyelesaikan sejumlah persoalan dunia seperti Suriah, Ukraina, dan Korea Selatan. Namun, sejak menjabat sebagai presiden, Trump sangat jarang berhubungan langsung dengan Putin. (Ant)