Darurat Pencemaran, New Delhi Butuh Siraman Air

NEW DELHI – India berencana akan menggunakan truk pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air di wilayah-wilayah ibu kotanya untuk mengatasi asap beracun dan debu yang memicu darurat pencemaran. Kondisi pencemaran udara yang terjadi diperkirakan akan semakin memburuk selama akhir pekan ini.

Pembakaran liar terhadap tanaman di pertanian sekitar New Delhi, asap kendaraan dan debu dari proyek pembangunan menjadi penyebab utama krisis pencemaran tahunan di Negara tersebut. “Pihak berwenang akan menggunakan truk pemadam kebakaran di daerah dengan konsentrasi debu beracun tinggi,” kata Pejabat Kementerian Lingkungan India Ritesh Kumar Singh.

Meriam air, yang biasanya digunakan oleh polisi untuk mengedalikan massa demonstran juga akan dikerahkan dalam upaya penanganan darurat pencemaran udara tersebut. Penyiaram air dianggap sebagai cara paling jitu menurunkan tingkat pencemaran yang berbahaya.

Kabut abu-abu tebal di udara dan polutan telah menyelimuti Delhi selama empat hari. Pengukuran kondisi udara dari kedutaan Amerika Serikat mendapati partikel PM 2.5, yang menyatakan kondisi udara saat itu, pada pukul sembilan Jumat (10/11/2017)  pagi waktu setempat, berada di angka 523. Sedangkan batas tertinggi udara dinyatakan bersih hanyalah jika berada di angka 50.

Partikel PM 2.5 kira-kira 30 kali lebih halus dari pada rambut manusia. Partikel tersebut dapat terhirup ke dalam paru paru, menyebabkan serangan jantung, stroke, kanker dan gangguan pernafasan. Kondisi udara di Delhi secara tetap berada di tingkat berbahaya selama beberapa hari ini.

Sementara upaya pengendalian sudah dilakukan seperti menghentikan proyek pembangunan dan pembatasan penggunaan kendaraan termasuk menaikkan biaya parkir empat kali lipat dan penerapan plat nomor ganjil-genap pada hari-hari tertentu. Truk niaga dilarang berpergian keluar kota kecuali mereka mengangkut barang kebutuhan pokok. (Ant)

Lihat juga...