Puskesmas Penengahan Sosialisasi Germas ke Sekolah
LAMPUNG — Upaya mengenalkan progran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus dilakukan oleh uni pelaksana tekhnis (UPT) Dinas Kesehatan Puskesmas rawat inap Penengahan dengan melakukan kegiatan sistematis dan terencana. Salah stau kegiatan itu ialah mendatangi lembaga pendidikan dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga SMA.
Bidan Emalia selaku pelaksana program promosi kesehatan (Promkes) UPT Dinas Kesehatan Puskesmas rawat inap Penengahan mengaku pelaksanaan program Germas harus dilakukan melibatkan berbagai pihak termasuk sekolah.
Saat pelaksanaan penyuluhan Germas di SDN Kekiling Kecamatan Penengahan, bidan Emalia menyebut kegiatan penyuluhan diisi dengan materi teori atau penyampaian pola pelaksanaan hidup bersih dan sehat (PHBS) diantaranya melakukan cuci tangan, kebersihan lingkungan dimulai dari diri sendiri.
Selain itu pelaksanaan Germas yang disosialisasikan diantaranya melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, mengkonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksakan kesehatan secara rutin.
“Sosialisasi ke sekolah kita lakukan secara visual dengan menggunakan film kartun yang sangat disukai anak anak dengan materi cara melakukan PHBS dan Germas dalam kehidupan sehari hari baru setelah itu mengajak siswa dan guru melakukan praktek,” ujar Emalia kepada Cendana News, Jumat (24/11/2017)
Upaya menggalakkan Germas diakui oleh bidan Emalia sekaligus menjadi tugas beberapa pelaksana program di Puskesmas Rawat Inap Penengahan di antaranya melibatkan bagian gizi, gigi, usaha kesehatan sekolah (UKS), kesehatan lingkungan (Kesling).
Agar sosialisasi di sekolah bisa berjalan maksimal dilakukan juga pemeriksaan kesehatan lingkungan sekolah berupa kondisi jamban di sekolahan serta pemeriksaan kondisi kantin sekolah dengan himbauan agar pemilik kantin menjual makanan sehat.
Kegiatan penyuluhan dengan sasaran siswa sekolah diakui oleh bidan Emalia sekaligus kampanye hidup sehat menjadi salah satu upaya UPT Puskesmas rawat inap Penengahan dalam berpartisipasi dan melibatkan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat.
“Sosialisasi yang kita lakukan ke puluhan sekolah di kecamatan Penengahan memang sudah terjadwal sehingga sekolah sudah menyiapkan siswanya dengan membawa sikat gigi serta peralatan lain yang akan digunakan untuk praktik menjaga kesehatan,” beber Emalia.
Musim penghujan sejak bulan November hingga beberapa bulan ke depan menurut bidan Emalia sekaligus menjadi kesempatan Puskesmas memberi himbauan kepada siswa sekolah agar menjaga kesehatan rumah, menghindari makanan tidak sehat dan rutin mengkonsumsi makanan sehat agar tidak mudah terserang penyakit selama musim hujan.
Selama kegiatan penyuluhan di sekolah para siswa SDN Kekiling yang sudah memiliki fasilitas cuci tangan berupa ember, sabun dan lap tangan di depan setiap kelas sekaligus kembali mendapat penyuluhan tata cara cuci tangan yang benar melalui kegiatan cuci tangan bersama, sikat gigi massal, menetapkan sekolah sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) serta mendukung jajanan, makanan sehat di sekolah.
Menjelang akhir tahun ini Emalia menyebut dengan target sebanyak 30 sekolah dari tingkat PAUD, sekolah dasar hingga SMA. Sepanjang 2017 penyuluhan tentang PHBS dan Germas sudah dilaksanakan oleh UPT Dinas Kesehatan Puskesmas rawat inap Penengahan bekerjasama dengan dunia pendidikan.
Selain itu peran serta kader Posyandu di setiap desa serta kader lain dalam upaya menjaga kesehatan di antaranya juru pemantau jentik (Jumantik) serta sarang nyamuk, dan kader TBC serta kader lain dalam upaya meningkatkan kesehatan terus dilakukan oleh Puskesmas Penengahan.
