Pipa Air Panas Cagar Alam Bocor, Kementerian ESDM Maksimalkan Penanganan
PADANG – Bocornya pipa air panas yang berada di Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada awal Oktober 2017 lalu, yang disebabkan hilangnya pipa yang mengaliri uap panas bumi tersebut, telah ditangani dengan cepat dan serius oleh Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian ESDM.
Kepala PSDMBP Ir. Hedi Hidayat mengatakan, saat ini untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tengah dikerjakan penyambungan pipa yang terbuat dari gorong-gorong untuk mengaliri air panas itu. Hingga hari ini, gorong-gorong tersebut, telah terpasang sepanjang 260 meter, dari target pemasangan gorong-gorong sepanjang 500 meter. Diperkirakan, katanya, pemasangan gorong-gorong itu selesai dikerjakan pada pekan depan.

“Jadi berdasarkan kesepakatan dengan BKSDA Sumbar, Bogor, dan Jakarta, air panas yang meluap di Cagar Alam Rimbo Panti itu harus disalurkan ke tempat teraman dengan jarak sekira 500 meter dari titik sumur,” katanya ketika dihubungi dari Padang, Rabu (1/11/2017).
Ia menjelaskan, gorong-gorong yang dibangun itu terletak sepanjang sisi jalan lintas Sumatera Bukittinggi – Medan, dengan ukuran gorong-gorong berdiameter 4 inci. Menurutnya, dengan adanya pembuatan gorong-gorong itu, akan mampu untuk mengantisipasi kembali munculnya air panas dari permukaan bumi di Cagar Alam Rimbo Panti.
“Gorong-gorong yang telah kita timbun di sepanjang sisi jalan lintas Sumatera Bukittinggi – Medan itu menghabiskan sekira 150 unit gorong-gorong. Tentunya, ke depan kita berharap pipa itu tidak hilang lagi, dan juga meminta kepada BKSDA untuk turut mengawasi hal tersebut,” ucap Ir. Heri.
Sebelumnya, dengan adanya kebocoran air panas yang bersumber dari panas bumi Cagar Alam Rimbo Panti itu, sempat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat, karena air panasnya telah mengalir dan hampir mencapai bibir jalan. Namun, kini dengan telah adanya respon dan pengerjaan yang cepat dari Badan Geologi melalui PSDMBP, disambut dengan senang hati oleh masyarakat.
Seperti yang dikatakan oleh Ineng warga setempat, telah melihat langsung adanya pengerjaan pemasangan gorong-gorong di kawasan Cagar Alam Rimbo Panti. Buktinya, hingga hari ini air panas itu sudah tidak terlihat lagi, dan hal yang dikhawatirkan terhadap lingkungan pun terjawab sudah.
“Ya, dulu waktu pertama kali saya melihat uap panas yang bersumber dari air yang mengalir, membuat saya khawatir juga, kalau seandainya mengalir hingga ke jalan, bisa bahaya juga,” katanya.
Ineng berharap, pengerjaan pemasangan gorong-gorong itu bisa bertahan lama dan bukan bersifat sementara, sehingga tidak terjadi kembali persoalan kebocoran panas bumi yang ada di Cagar Alam Rimbo Panti tersebut.
