Petani Tegal Mulai Tanam Padi Akhir November

TEGAL – Petani Tegal mulai menanam padi pada akhir November ini. Hal tersebut dilakukan karena hujan baru turun akhir-akhir ini, sebagai waktu yang tepat untuk menanam padi. Bahkan karena masih langkanya air, sebagian petani Tegal terpaksa harus memakai air tanah dengan pengeboran untuk mengairi sawah.

“Saya mulai menanam padi pada akhir November ini karena hujan baru turun. Jadi baru sekarang ini saya mulai menanam padi. Karena masih langka air jadi saya terpaksa harus memakai air tanah dengan pengeboran untuk mengairi sawah,“ kata Soekardi, salah seorang petani Tegal, kepada Cendana News, di sawahnya yang sedang dilakukan pembajakan, Senin (27/11/2017) siang.

Lebih lanjut, petani tua itu menerangkan, pembajakan dengan traktor dilakukan agar tanah tertaburi lumpur dan siap ditanami padi. “Pembajakan traktor dilakukan dua kali. Dengan pembajakan ini gumpalan-gumpalan tanah pecah menjadi kecil-kecil,” terangnya.

Suasana pembajakan sawah di Tegal. (Foto: Akhmad Sekhu)

Menurut Soekardi, setelah pembajakan selesai, kemudian dihancurkan dengan garu sehingga menjadi lumpur halus yang rata. “Setelah persiapan lahan selesai, barulah nanti penanaman bibit padi,” ungkap Soekardi cukup mendetail.

Soekardi menyampaikan bahwa traktor yang digunakan untuk pembajakan itu milik sendiri. “Saya juga menyewakan traktor ini. Per hektar Rp1 juta biaya sewanya,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah anaknya tidak ikut membantu menanam padi? Dengan pasrah Soekardi menjawab, “Anak-anak saya kurang telaten untuk ikut menanam padi. Karena anak-anak sekolah jadi ingin kerja kantoran maupun berdagang.”

Soekardi berharap panen padi nanti sukses dengan hasil memuaskan. “Karena menanam padi seperti menabung. Jadi saya berharap panen padinya nanti sukses dengan hasil memuaskan,” pungkasnya sumringah, penuh riang gembira.

Lihat juga...