Pengembangan Kebun Bunga Matahari Patuk Terkendala Ketersediaan Air

YOGYAKARTA — Minimnya ketersediaan air untuk penyiraman tanaman menjadi kendala utama pengembangan tempat wisata kebun bunga matahari Gogor Park, di dusun Ngasem Ayu, desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Hal itu tidak terlepas dari kondisi lokasi kebun bunga yang berada di lereng perbukitan curam.

“Minimnya ketersediaan air menjadi kendala utama kami. Selama ini, kami hanya memanfaatkan air dari sumur yang lokasinya cukup jauh sehingga kurang maksimal,” ujar Ketua Pokdawis Gembili, yang menjadi pengelola kebun bunga Gogor Park, Subarno.

Titiek Soeharto berfoto di tengah kebun bunga matahari Gogor Park dusun Salam, Patuk, Gunungkidul/Foto: Jatmika H Kusmargana

Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemuda-pemudi dusun ini mengubah lahan perbukitan kurang produktif seluas satu hektar, menjadi tempat wisata kebun bunga matahari Gogor Park. Adanya kebun bunga matahari ini diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke desa.

“Kita memilih bunga matahari karena bentuknya yang indah. Selain itu, bunga ini cukup mudah dibudidayakan. Bahkan bijinya bisa dimanfaatkan baik untuk olahan makanan maupun bahan pembuatan minyak biji matahari,” ujarnya.

Berita terkait: Titiek Soeharto Dorong Pemuda Manfaatkan Lahan Kurang Produktif

Meski baru dikembangkan satu setengah bulan terakhir, warga telah mampu menanam bunga matahari di lahan seluas 500 meter persegi, yakni dengan jumlah mencapai 1.500 bibit. Ke depan kebun ini akan dikembangkan lagi hingga seluas satu hektar. Yakni dengan cara membibitkan sendiri secara swadaya.

“Kendala lain yang kita hadapi adalah akses jalan masuk menuju lokasi yang belum begitu bagus. Meskipun pemerintah desa sudah membantu dengan membuatkan jembatan dengan menggunakan dana desa,” katanya.

Titiek Soeharto disambut warga desa Salam, Patuk, Gunungkidul/Foto: Jatmika H Kusmargana

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi SE yang berkunjung ke lokasi, mengapresiasi upaya pemuda pemudi desa Salam Ayu, dalam memanfaatkan lahan kurang produktif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Ia pun berharap kebun bunga matahari ini dapat terus dikembangkan sebagai lokasi wisata. Termasuk mengolah hasil biji bunga matahari sebagai makanan olahan ataupun minyak biji bunga matahari.

“Harus terus dikembangkan agar bisa menambah pendapatan seluruh masyarakat. Sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” kata Titiek Soeharto.

Berita terkait: Titiek: Penyuluh Kunci Tercapainya Swasembada Pangan di Era Pak Harto

Dalam kunjungan itu, Titiek Soeharto sendiri menyerahkan sejumlah bantuan kepada pemuda-pemudi Karangtaruna, desa Salam berupa bibit bunga matahari serta bibit bunga krisan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreatifitas dan inovasi yang telah dilakukan kaum muda desa Salam.

Lihat juga...