Warga Kembali Padati Posko Pengungsian di Denpasar

KARANGASEM — Pasca mengalami erupsi kedua sejak Sabtu Sore (25/11) kemarin, ribuan warga yang tinggal di lerang Gunung Agung kembali memadati beberapa tempat di wilayah yang menjadi posko pengungsian salah satunya di Kota Denpasar.

Seperti yang terlihat di posko induk di GOR Kompyang Sudjana Minggu Sore (26/11) ini misalnya, sejumlah pengungsi yang berasal dari beberapa Desa di Karangasem memilih tinggal disini.

“ Kebanyakan mereka datang dari dua Kecamatan di Karangasem, yaitu Kecamatan Umagiri dan Abang,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Minggu (26/11/2017).

Arimbawa menambahkan, untuk saat ini jumlah pengungsi yang berada di posko induk di GOR Kompyang Sudjana, bertambah 8 KK dari total pengungsi sebelumnya Sekitar 46 kepala keluarga (KK) terdiri dari 168 jiwa.

I Gede Nurade, pengungsi asal Abang, Karangasem/ Foto: Sultan Anshori

“Iya sejak ada erupsi pada Selasa (21/11) lalu mereka (pengungsi) datang lagi kesini, jadi total sekarang ada 54 KK. Kemungkinan ini akan bertambah lagi, mengingat erupsi Sabtu kemarin dan hari ini sudah mengeluarkan abu vulkanik. Tapi jika pengungsi bertambah kita sudah siap baik dari tempat dan logistik,” ucapnya.

“Untuk sementara saya baru dapat laporan di Posko Utama di GOR ini, belum tau pasti yang di titik lain di Denpasar tapi saya kira sama (akan ada tambahan pengungsi),” tambahnya.

Pada umumnya, para pengungsi yang kembali mendatangi posko pengungsian dikarenakan aktivitas Gunung Agung yang semakin mengkhawatirkan lantaran sudah erupsi dan disertai aktivitas debu vulkanik.

Seperti yang dikatakan oleh I Gede Nurade, 33 tahun asal Desa Umanyar, Kecamatan Abang, Karangasem yang letak Desanya hanya berjarak sekitar 8 km dari kawah Gunung Agung.

Ia menceritakan bahwa alasan untuk kembali mengungsi lantaran di tempatnya tinggal sudah mulai adanya turun hujan abu.

“Ya takut, apalagi saya punya dua anak kecil. Lebih baik mengungsi saja,” sebutnya.

Nurade menambahkan, sebelumnya ia dan keluarga sudah pernah tinggal atau mengungsi di Posko ini, namun sebelum galungan kemarin ia memilih pulang kampung dikarenakan kondisi Gunung Agung yang juga aman.

“Saya dulu pernah ngungsi disini, sekarang kembali lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...