Pemerintah Optimistis Tekan Inflasi Hingga Akhir
JAKARTA – Pemerintah optimistis mampu menekan inflasi hingga akhir tahun 2017. Rasa percaya diri tersebut di topang adanya upaya menstabilkan harga bahan pokok menjelang Natal dan pergantian tahun baru 2018.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebut, hasil perhitungan yang dilakukan, diprediksikan inflasi akan berada di kisaran 3,2 hingg 3,3 persen. “Kami optimistis Natal dan Tahun Baru tidak setinggi sebelumnya. Dalam dua bulan ini, kami senantiasa mengadakan rapat koordinasi di pusat,” ungkapnya, Senin (20/11/2017).
Beragam upaya telah dilakukan pemerintah demi mencegah terjadinya kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan. Upaya tersebut tidak lain untuk menjaga agar inflasi tetap terjaga.
Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistyoningnsih mengatakan, menjelang tahun baru serta perayaan Natal ada tren kenaikan harga bahan pokok. Sementara kondisi barang yang terbatas, juga bisa memicu lonjakan berlebihan di pasar. “Misalnya harga daging sapi saat menjelang Lebaran 2017 bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram,” jelasnya.
Keberadaan TPID disebutnya, sangat dibutuhkan perannya untuk bisa membantu menekan harga melalui beragam monitoring. TPID bisa melakukan survei ke pasar, memastikan harga tidak mengalami lonjakan kenaikan secara berlebihan. Selain melakukan pemantauan secara langsung harga bahan pokok di pasar, sistem pemantauan harga bahan pokok dengan memanfaatkan dalam jaringan juga dinilai cukup efektif.
“Saya kira monitoring dengan menggunakan sistem daring yang nyata diperlukan,” kata praktisi pendidikan tersebut.
Permintaan menjelang Natal ataupun tahun baru disebut Lana, dipastikan juga akan mengalami kenaikan. Hanya saja dari prediksi yang diperhitungan, tidak sebesar saat perayaan Lebaran. Pemantuan harus terus dilakukan terutama pada 10 bahan pokok, agar harganya terjaga.
Pemantauan dan upaya menjaga harga dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terpicu oleh informasi yang tidak benar. Masyarakat cenderung mudah terbawa isu ketika inflasi tidak terjaga. (Ant)