Agustus 2022 Alami Deflasi 0,21 Persen, BPS Beri Penjelasan

Admin

JAKARTA, Cendana News – Bulan Agustus 2022 ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,21 persen.

Deflasi pada Agustus 2022 sebesar 0,21 persen secara month to month ini merupakan yang terdalam dari September 2019.

Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan deflasi pada Agustus 2022 merupakan yang terdalam dari September 2019 yang sebesar 0,27 persen.

Dia menjelaskam, deflasi pada Agustus 2022 ini disebabkan oleh komponen harga-harga bergejolak.

“Utamanya bawang merah, cabai merah dan cabai rawit,” kata Margo Yuwono, dikutip dari kanal YouTube BPS, Jumat (2/9/2022).

Menurut Margo Yuwono, hal itu karena sejumlah daerah yang merupakan sentra produksi bawang merah dan cabai memasuki masa panen pada Agustus 2022 ini.

Beberapa daerah sentra produksi bawang merah antara lain Nganjuk, Probolinggo, dan Demak. Sedangkan sentra produksi cabai antara lain Blitar dan Kediri.

Namun, Margo Yuwono mengatakan dari komponen harga bergejolak itu juga masih ada yang mengalami inflasi.

Adapun komponen yang mengalami inflasi itu adalah beras dan harga telur ayam ras.

Margo Yuwono juga mengatakan, bahwa komponen inti turut menyumbang terjadinya inflasi sebesar 0,24 persen.

Hal tersebut penyabab dominan berasal dari biaya kuliah dan sekolah dasar serta tarif kontrak rumah.

Menurut Margo Yuwono, biaya kuliah dan sekolah dasar menjadi dominan karena pada bulan Agustus 2022 bersamaan dengan tahun ajaran baru.

Sementara itu, komponen harga-harga yang diatur oleh pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,06 persen.

Hal tersebut karena adanya kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan kenaikan tarif listrik.

BPS melakukan pemantauan harga di 90 kota besar di Indonesia. Dan, mencatat adanya deflasi sebesar 0,21 persen.

Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender Agustus 2022 sebesar 3,36 persen.

Menurut BPS dari 90 kota besar itu sebanyak 79 kota mengalami deflasi, dan 11 kota lainnya mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen. Dan, terendah di Depok dan Kediri, masing-masing 0,01 persen.

Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen, dan terendah terjadi di Bekasi sebesar 0,12 persen.

Lihat juga...