BANDUNG – Dua orang pelaku pemberian minuman keras ke satwa di Taman Safari, ADF (25) dan PB (27) mengaku mendapatkan banyak ancaman dari orang tidak dikenal. Saat ini kedua pelaku mengaku siap untuk menanggung akibat dari perbuatan yang sempat viral di media sosial tersebut.
Kuasa hukum keduanya, M. Ali Nurdin mengatakan, usai kejadian tersebut kliennya banyak menerima ancaman dari orang yang tidak dikenal. “Mereka siap menanggung akibatnya. Mereka sudah dihujat ribuan orang, kebebasannya terganggu, hubungan sosial, pekerjaan terganggu. Mereka mengakui ini kesalahan dan meminta maaf,” ujar Ali saat menggelar jumpa pers di kantornya Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Sabtu (18/11/2017).
Ali menyebut, kliennya mendapatkan ancaman melalui media sosial, dan pesan singkat. Ancaman bukan hanya mengarah kepada kedua pelaku tetapi juga mengarah kepada keluarganya. Karena ancaman tersebut saat ini ADF alias Ica mengaku mengalami depresi dan tidak berani keluar rumah.
Sementara saat kejadian Ali menyebut, kedua kliennya tidak memiliki niat untuk memberi minuman keras ke beberapa satwa yang ada di Taman Safari. Kejadian itu, murni aksi spontanitas saja. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, rencananya pada Minggu atau Senin (19-20/11/2017), Ali beserta kliennya akan mendatangi Polres Bogor serta pihak Taman Safari.
“Bahwa sebelum ada panggilan dari Polres, kedua klien saya sepakat akan mendatangi, kalau tidak Minggu mungkin Senin. Siap di BAP, siap dikonfrontir pihak Taman Safari,” katanya.
Di tempat yang sama, ADF mengaku ancaman yang diterimanya tidak hanya caci maki, juga mengarah ke arah ancaman fisik. Bahkan ia mengaku, takut untuk sekedar membuka handphone, karena pemberitahuan pesan singkat yang masuk selalu berisi ancaman. “Sudah lebih dari Medsos, udah masuk ke nomor telepon sendiri. Keluarga juga terancam, di sini masalah Ica ga perlu ke orang lain di luar konteks. Saya takut ke luar rumah ancaman datang terus,” katanya.
Hal serupa juga dialami PB, ia mengaku mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari teman-teman sekitarnya. Ia hanya mengurung diri, dan membatasi untuk sekedar ke luar rumah. “Sama ancaman ke pihak keluarga, kata-kata kotor, sumpah serapah. Saya kasian ke keluarga yang terkena imbasnya,” kata dia.
Dari perbuatan yang dilakukan ADF dan PB mengaku menyesal melakukan perbuatan tidak terpuji, sehingga membuat masyarakat mengecam ulah muda-mudi tersebut. “Saya menyesal melakukan hal itu. Saya bersama teman saya tidak ada niatan jahat seperti itu,” ujar Ica
ADF alias Ica menjelaskan, kejadian itu bermula usai pulang liburan dari Puncak Bogor bersama empat temannya pada Selasa (14/11/2017). Karena situasi macet, ia beserta teman-temannya kemudian mengarahkan kendaraannya ke Taman Safari sekitar pukul 15.00 WIB.
Pada awalnya mereka tidak memiliki niat untuk menyakiti satwa yang ada di Taman Safari. Namun, karena terpengaruh suasana, dengan spontan ia bersama teman-temannya minumkan minuman keras kepada rusa, zebra, dan kuda nil serta mengunggahnya di Instagram.
Bahkan ia mengklaim, saat kejadian teman-temannya tidak sedang dalam pengaruh alkohol. “Kita sudah nyesel banget, kita sudah kena dampaknya. Ini kekhilafan yang dampaknya luar biasa,” katanya.
ADF dan PB yang berprofesi sebagai pegawai di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, mengaku akan mempertanggung jawabkan perbuatannya serta berencana mendatangi pihak Taman Safari untuk meminta maaf. “Kalau tidak ada halangan, kita akan mendatangi ke Polres Bogor, kita juga akan ke Taman Safari meminta permohonan maaf,” kata dia.
Sebelumnya, pihak Taman Safari akan melaporkan pelaku pemberi Miras ke Polres Bogor. Saat ini, satwa-satwa yang diberi minuman keras tengah dipantau kondisinya, karena dikhawatirkan berdampak pada kesehatan mereka. (Ant)