Pembangunan Nasional Berkelanjutan Perlu Peran Aktif Masyarakat

SOLO – Pembangunan nasional yang berkelanjutan tidak hanya memikirkan pembangunan infratruktur dalam jangka tertentu. Pembangunan nasional berkelanjutan dapat berjalan dengan sukses jika didukung pola hidup masyarakatnya.

Hal inilah yang ditekankan Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pronowo dalam Dialog Kebangsaan dengan tema menggagas pembangunan nasional yang berkelanjutan, yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

“Pembangunan Nasional Berkelanjutan tidak hanya pembangunan infrastruktur yang dipelopori oleh Kementerian PU, ataupun Kementerian Perhubungan saja. Tetapi pembangunan nasional secara menyeluruh baik komunikasi, energi maupun lainnya,” ujar Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono kepada seribuan mahasiswa peserta Dialog Kebangsaan yang dihelat di Audotorium UNS, Rabu (8/11/2017).

Pembangunan infrastruktur, lanjut dia, yang dicanangkan hingga 2019 hanya sebagai percepatan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur Indonesia dibanding dengan negara lainnya. Untuk meningkatkan infrastruktur nasional, Kementerian PUPR menekankan pembangunan infrastruktur secara kewilayahan. Yakni, pembangunan yang didasarkan pada kawasan-kawasan, baik pariwisata, pedesaan, kawasan lumbung pangan, perumahan rakyat.

“Oleh karena itu dasar pembangunan kita adalah berdasarkan kewilayahan. Kita bentuk badan pengembangan infratruktur wilayah, yang merencanakan, memprogramkan secara terpadu sehingga pembangunan infrastruktur kita terus berkelanjutan,” terang dia.

Target di Kementeria PUPR, dari 2015 hingga 2019 telah direncanakan dan ditata dengan baik. Adapun target pembangunan infrastruktur berkjelanjutan ini diantaranya membangun 1000 Km jalan tol, 2.650 Km pembangunan jalan baru, 35 Km jembatan baru, 1 juta rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah, 65 waduk, serta satu juta hektar pembangunan jaringan irigasi baru.

“Hingga tahun ke tiga ini, kita terus mengejar target dan alhamdulillah hingga 2017 dari target 65 waduk, kita sudah membangun 39 diantaranya. Jalan tol hingga 2017 sepanjang 392 Km, dan prediksi hingga akhir 2019 akan mencapai 1.851 Km,” urai Basuki.

Selain pembangunan infrastruktur secara massif, hal yang tak kalah penting dalam mewujudkan pembangunan nasional berkelanjutan adalan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pembangunan infrastruktur jika tidak ditopang dengan pengendalian SDM dan penataan pola hidup masyarakat akan sia-sia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto: Harun Alrosid

“Saya kira apa yang sudah dipaparkan Pak Menteri PUPR tanpa diikuti dengan penataan masyarakat akan sama saja. Meski setiap hari bangun jalan, tapi kendaraan tidak dibatasi dan ledakan penduduk tidak diatasi akan sama saja,” tambah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Melihat tanggapan mahasiswa yang sangat minim untuk berperan aktif dalam membatasi anak melalui program Keluarga Berencana (KB), Ganjar sempat pesimis pembangunan nasional berkelanjutan akan berhasil. Kendati demikian, Ganjar meminta untuk mahasiswa lebih cerdas dalam berpikir serta berperan aktif dalam pembangunan nasional ke depan.

“Siap atau tidak, kawasan pertanian itu menjadi kawasan perumahan. Sementara mereka tidak mau tinggal di rumah susun. Siapkah kita membangun dalam mewujudkan pembangunan nasional berkelanjutan. Siapa berperan apa? Yakni mengubah perilaku untuk membangun bangsa bersama,” pungkas Gubernur Jateng.

Dialog Kebangsaan untuk Pembangunan Nasional Berkelnajutan yang digelar di UNS. Foto: Harun Alrosid
Lihat juga...