Pemasangan Atap Mandala Krida Selesai Desember
YOGYAKARTA – Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta mendekati tahap akhir. Saat ini, proses pembangunan stadion yang menjadi markas PSIM Yogyakarta tengah menggarap bagian atap tribun barat. Pekerjaan direncanakan selesai pertengahan Desember.
Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Yogyakarta, Edy Wahyudi, mengatakan, sesuai rencana pemasangan atap tribun di sisi barat akan selesai pertengahan Desember mendatang. Meski demikian, kontraktor proyek menyebut pekerjaan akan selesai sebelum batas waktu berakhir.
“Insyaallah pertengahan Desember pemasangan atap selesai. Kalau pemborong janjinya pertengahan bulan ini atau akhir November sudah rampung. Sekarang sudah 90 persen lebih,” ucap Edy, Minggu (12/11/2017).

Edy juga mengatakan, kendati pekerjaan pemasangan atap tribun berjalan sesuai rencana, bukan berarti tanpa kendala. Pekerjaan sering terkendala cuaca, yakni seringnya hujan turun. Sehingga, pekerjaan tidak dapat dipaksakan agar selesai lebih cepat. “Terlalu berbahaya, terlalu licin,” ungkap Edy.
Edy menjelaskan, selain pemasangan atap yang hanya menyisakan 10 persen, pekerjaan lain telah selesai digarap. Di antaranya pemasangan ornamen yang akan menjadi ciri khas Yogyakarta. Ornamen ini dipasang di pintu masuk bagian barat.
“Kalau ornamennya sudah terpasang, identitas stadion DIY sudah muncul. Pekerjaan lain yang rumit-rumit juga selesai, tinggal pengecatan saja. Kalau soal ini, sudah tidak ada masalah,” tegas Edy.
Setelah pemasangan atap bagian barat selesai, lanjut Edy, pekerjaan selanjutnya yang akan digarap tahun depan ada di bagian dalam. Meliputi lapangan dan lintasan atletik. BPO, lanjut dia, ingin Stadion Mandala Krida dilengkapi lintasan atletik, sehingga dapat menunjang latihan.
Jika tergarap, maka lintasan atletik Mandala Krida akan melengkapi lintasan yang dimiliki lapangan sepakbola UNY. Lintasan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk berlatih, agar bisa meraih prestasi maksimal. Sebab, saat ini atlet banyak berlatih di lintasan rumput, namun bertanding di lintasan sintetis.
“Latihannya di lintasan rumput, kalau tanding di lintasan sintetis. Anak-anak tidak terbiasa memakai sepatu yang ada pol-nya. Nah, kalau sudah ada lintasan yang memadai kan anak-anak bisa membiasakan diri,” terangnya.
Namun demikian, pekerjaan tahun depan masih menunggu dana yang dialokasikan Pemda DIY. Sejauh ini, pembangunan Stadion Mandala Krida telah menghabiskan anggaran Rp100 miliar lebih. “Kalau nanti anggaran yang dialokasikan cukup untuk sekalian menggarap lampu, tentu akan lebih baik,” tambahnya.