Pantai Wairterang akan Jadi Pelabuhan Kapal Pesiar
MAUMERE – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata akan membangun Pelabuhan Marina bagi kapal pesiar di Pantai Wairterang, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, dengan anggaran sebesar Rp400 miliar di 2018.
“Lokasinya sudah disurvey dan ditetapkan di Wairterang. Nantinya pelabuhan ini akan dipergunakan sebagai tempat bersandar yatch atau kapal-kapal pesiar”, sebut Kensisus Didimus, Minggu (12/11/2017) sore.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka ini kepada Cendana News mengatakan, dengan adanya pembangunan pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya dari luar negeri, sehingga bisa memberikan pemasukan bagi daerah.

“Masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat. Sayur-sayuran, buah-buahan serta ikan dan makanan lainnya bisa dijual ke kapal-kapal ini, sehingga pendapatan masyarakat meningkat,” ungkapnya.
Kensius berharap, masyarakat di sekitar lokasi Pelabuhan Marina bisa memanfaatkan kesempatan ini dan pemerintah desa pun harus mulai mempersiapkan masyarakat, baik dari segi sumberdaya maupun pelatihan terkait menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
“Agar produknya bisa dibeli tentu harus memperhatikan standar kualitas sesuai yang diinginkan dan petani pun harus mulai dididik untuk mengembangkan produk organik, sebab lebih disukai orang asing”, tuturnya.
Proyek ini, tandas Kensius, merupakan percepatan pembangunan di daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, dan Pemda Sikka sudah menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare, dan diharapkan awal 2018 sudah mulai dilakukan pembangunan.
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat pameran foto bawah laut di Maumere juga meminta masyarakat di Kabupaten Sikka agar mendukung pembangunan Pelabuhan Marina ini, sebab sangat berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat.
Lebu Raya berpesan, agar masyarakat mendukung proyek ini dan jangan melakukan demo, apalagi menuntut agar tenaga kerja lokal dipergunakan. Sebab, pembangunan pelabuhan ini tentunya akan mempergunakan tenaga ahli yang berpengalaman dan bila dibutuhkan tenaga local, maka tentunya perusahaan akan merekrutnya.
“Kita semua harus menjaga agar proyek ini bisa berjalan dengan baik, sebab dengan adanya pelabuhan ini, banyak kapal pesiar yang akan bersandar dan tentunya mereka juga akan membutuhkan bahan makanan dan ini bisa disuplai oleh masyarakat lokal,” tuturnya.