Monumen 15 Wajah Pahlawan Nasional Asal Minangkabau, Diresmikan

PADANG – Bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh hari ini, 10 November 2017, Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah Padang, Sumatera Barat, mendirikan sekaligus meresmikan Monumen Tamansari dengan menampilkan ukiran 15 wajah-wajah pahlawan nasional yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Monumen Tamansari itu, didirikan di kawasan Wisata Taman Melati yang merupakan kawasan Museum Adityawarman, berada di Jalan Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Padang.

Ketua Pembina YSO Adabiah Padang Awaloedin Djamin mengatakan, alasan YSO Adabiah mendirikan Monumen Tamansari itu, ingin memberikan pengetahuan bagi generasi muda khususnya di Sumatera Barat terkait orang-orang Sumatera Barat yang turut berperan dalam kemerdekaan Indonesia. 15 orang pahlawan yang diukir wajahnya di monumen itu, merupakan pahlawan nasional yang telah disahkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“15 pahlawan nasional asal Minangkabau itu berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” katanya, Jumat (10/11/2017).

Ia menjelaskan, 15 pahlawan nasional asal Minangkabau itu, seperti Abdul Halim putra daerah dari Kabupaten Agam, Ilyas Yakoub dari Kabupaten Pesisir Selatan, Rasuna Said dari Kabupaten Agam, Tuanku Imam Bonjol dari Pasaman, Mohammad Natsir dari Kabupaten Solok, Abdul Muis dari Kabupaten Agam, Bagindo Azis Chan dari Kota Padang, Adnan Kapau Gani dari Kabupaten Agam, Hamka juga dari Kabupaten Agam, Tan Malaka dari Kabupaten Limapuluh Kota, Mohammad Hatta dari Kota Bukittinggi, Mohammad Yamin dari Kota Sawahlunto, Agus Salim dari Kabupaten Agam, Sutan Syahrir dari Kota Padang Panjang, dan Hazairin dari Kota Bukittinggi.

Dikatakannya, pembangunan Monumen Tamansari itu mulai dikerjakan sejak September 2017 lalu. Memilih Taman Melati yang berada di kawasan Museum Adityawarman sebagai tempat didirikannya Monumen Tamansari tersebut, karena mengabadikan dan memperkenalkan pahlawan nasional asal Sumatera Barat di kawasan museum Adityawarman yang merupakan tempat strategis.

Mengingat, cukup banyak pahlawan nasional asal Minangkabau yang datang dari berbagai daerah, Djamin mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk membangun monumen di tanah kelahirannya. Selain menjadi bukti sejarah, dengan adanya monumen turut memberikan edukasi bagi masyarakat dan generasi saat ini terkait keberadaan pahlawan-pahlawan nasional yang berada di Sumatera Barat.

“Saya sampaikan kepada Wakil Gubernur Sumbar, agar mendorong kepala daerah di kabupaten dan kota. Bangunlah monumen atau patung pahlawan nasional di tanah kelahirannya. Kenapa hal ini saya sampaikan, agar rasa memiliki putra daerah yang turut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia ini, dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan akan meminta Bupati dan Walikota se-Sumbar untuk membangun Monumen Tamansari Pahlawan Nasional asal daerah masing-masing, yang bisa mengikuti langkah Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah Padang. Tentunya, hal yang telah dilakukan oleh YSO patut diapresiasi, karena turut mengabadikan dan memperkenalkan pahlawan-pahlawan nasional yang merupakan orang Sumatera Barat.

Ia berharap, Monumen Tamansari dapat menjadi pengingat bagi masyarakat dan generasi muda Sumatera Barat tentang perjuangan pahlawan-pahlawan asal Sumatera Barat dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Dengan adanya Monumen Tamansari yang memperlihatkan wajah-wajah pahlawan nasional, merupakan hal yang pertama kali ada di Sumatera Barat. Selanjutnya, dari 15 pahlawan nasional ini, semoga bisa dibangun pula di masing-masing tanah kelahirannya,” ucapnya.

Untuk diketahui, Monumen Tamansari Pahlawan Nasional asal Minangkabau yang ditempatkan di halaman Museum Adityawarman ini dirancang dengan dasar semen konstruksi panel berupa rumah adat Minangkabau dengan ukuran tinggi 3 meter dan lebar 7,5 meter. Panel utama dengan ukuran lebar 6,5 meter, ditambah ke samping kiri dan kanan masing-masing 1 meter. Panel dirancang terbuka dan dapat dikembangkan ke kiri maupun kanan untuk menampung figur pahlawan berikutnya.

Panel utama berisi figur dalam bentuk relief potret 15 pahlawan. Panel dilengkapi dengan logo dan prasasti pemrakarsa yakni YSO Adabiah dan Pemprov Sumbar. Desain dan pengerjaan relief sendiri dilakukan oleh perupa asal Sumbar Am Dt. Garang bersama Ramizal.

Lihat juga...