MALANG — Selain terkenal sebagai kota pendidikan, Kota Malang juga disebut sebagai kota yang penuh sejarah. Karena di kota yang memiliki udara sejuk ini, beberapa kejadian sejarah pernah terjadi.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, saat membuka acara Malang Tempo Dulu (MTD), Minggu (12/11/2017).
Muhadjir menampaikan, Kota Malang adalah kota yang penuh dengan sejarah, karena kerajaan tertua di Jawa Timur ada di kota Malang, yaitu kerajaan Gajayana. “Jangan lupa, sebelum ada Kerajaan Singosari, jauh sebelum itu sudah ada kerajaan paling tua yaitu Kerajaan Gajayana,” ujarnya.
Kalau dulu sewaktu pertama kali datang ke Malang, lanjut Muhadjir, di dekat Pasar Dinoyo masih banyak situs maupun arca. “Tapi, tidak tahu sekarang masih ada atau tidak”, imbuhnya.
Baca: ‘Malang Tempo Dulu’ Digelar Lagi
Selain itu, katanya, candi yang tertua juga ada di Malang, yaitu Candi Badut dan alhamdulillah Candi tersebut sampai sekarang masih terawat.
Lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan, tidak hanya kerajaan dan candi terbesar saja yang ada di Malang, tetapi juga Malang merupakan kota Pahlawan yang tidak kalah dengan Surabaya. “Jadi, kalau 10 November dianggap peperangan yang paling keras adalah di Surabaya. Di Malang peperangannya juga tidak kalah keras, karena Malang menjadi tempat pertempuran Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Tepatnya yaitu di jalan Salak yang sekarang menjadi jalan Pahlawan Trip,” ungkapnya.
Menurutnya, pada peristiwa tersebut banyak pelajar yang gugur untuk mempertahankan wilayah Malang akibat terkepung dan dijebak oleh Belanda. Kurang lebih 40 orang pahlawan Trip yang tewas dalam kejadian tersebut.
“Jadi, seharusnya pada saat 10 November juga dilakukan ziarah ke makam pahlawan Trip, yang makamnya juga berada di jalan Pahlawan Trip,” tuturnya.
Kemudian ada juga pahlawan yang tidak kalah penting yang ada di Malang, yaitu Hamid Rusdi yang ikut mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia sehingga turut mengharumkan nama Kota Malang.
“Sangat penting bagi generasi muda untuk memahami dan mempelajari sejarah Kota Malang, sehingga mereka bisa bangga menjadi Arek Malang,” pungkasnya.