Mahasiswa Harus Punya Perspektif Global
Mataram – Sebagai agen perubahan, terutama di era perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, mahasiswa diharapkan bisa tampil mengambil peran dalam proses pembangunan melalui keilmuan yang didapatkan, baik dalam pendidikan, ekonomi maupun sektor lain.
“Dalam bidang ekonomi, misalnya, peran serta mahasiswa bisa diwujudkan dengan melahirkan wirausaha baru yang bisa membuka lapangan pekerjaan, bukan malah mencari pekerjaan”, kata Gubernur NTB, Zainul Majdi, dalam seminar nasional ‘Mengungkap Kearifan Lokal Indonesia Timur Melalui Pariwisata Halal Negeri Seribu Masjid’, di kampus Universitas Mataram, Kamis (16/11/2017).

Sebab, katanya, kalau mahasiswa ketika lulus dari Perguruan Tinggi (PT) dengan orientasi menjadi PNS, maka akan semakin banyak melahirkan pengangguran terdidik maupun tidak terdidik.
Banyak hal dan peluang bisa dikembangkan seperti UKM maupun usaha ekonomi kreatif lain, apalagi sejumlah perusahaan perbankan sekarang menyediakan pinjaman usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses.
“Apalagi, NTB merupakan salah satu daerah tujuan wisata, banyak peluang usaha bisa dikembangkan. Jasa, travel maupun hasil kerajinan lain yang bisa ditawarkan kepada wisatawan”, kata Gubernur.
Karenanya, lanjut Gubernur, mahasiswa sebagai generasi penerus harus memiliki perspektif global dan nasional, bukan hanya perspektif kedaerahan atau lokal saja. Bahkan, harus mampu memasuki ruang-ruang penting dan mengambil bagian di dalamnya serta mampu menjadi agen-agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan.
Sebagai generasi yang hidup di era globalisasi, menurut TGB, hanya mahasiswa dengan kemampuan analisis itulah yang akan dapat bersaing dan menjadi bagian dari perkembangan aspek-apek tersebut. Bahkan, mengambil peran besar dengan kemampuan menghasilkan produk-produk baru dari hasil karyanya.
“Adik-adik mahasiswa harus memahami di mana posisi saat ini berada dalam proses perubahan itu, apakah sebagai pelaku yang produktif atau sebaliknya, justru hanya pelaku konsumtif”, katanya.
Ari Irawan, mahasiswa Bidik Misi Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, mengatakan, dengan tingkat persaingan dan terbatasnya lapangan pekerjaan sekarang, memang tidak banyak berharap bisa bekerja sebagai PNS, melainkan harus kreatif dengan berwirausaha.
Karena itu dirinya berharap, selama proses perkuliahan, untuk mendukung dan melahirkan wirausaha baru, selain mengajarkan teoritik, pihak kampus seharusnya mensuport bantuan dana bagi mahasiswa untuk berwirausaha.
“Kampus harus mendukung mahasiswa melalui pemberian bantuan modal, kalau ingin melahirkan wirausaha dari lulusan sarjana dihasilkan, jangan mahasiswa hanya dijejali teori saja” tutupnya.