MILAN – Keputusan Giampiero Ventura yang tetap menolak mundur setelah gagal membawa Italia lolos final Piala Dunia 2018 di Rusia, berakhir menyakitkan. Venturan akhirnya secara resmi dipecat dari posisinya sebagai pelatih, dan Antonio Conte masuk bursa sebagai calon pengganti.
Keputusan Italia memecat Ventura tidak apat ditawar lagi. Gli Azzurri harus menelan pit pahit gagal berkiprah di turnamen paling prestisius setelah gagal agregat 1-0 dari Swedia. Kegagalan ini merupakan yang pertama sejak 1958.
Sebelumnya, Ventura yang menggantikan Antonio Conte pada Juni 2016 bersikukuh enggan mundur dari jabatannya. Ia beralasan masih akan berkomunikasi dengan federasi sepakbola Italia. Ventura juga beralasan, selama menangani Gianluigi Buffon dan kawan-kawan, rapornya tidak terlalu buruk karena hanya kalah dua kali dalam dua tahun.
Namun, apa pun dalih yang diungkapkan, Ventura harus menerima kenyataan pahit dipecat dari posisinya sebagai pelatih. Mantan arsitek Bayern Munich, Carlo Ancelotti, disebut berpeluang besar menggantikan Ventura. Meski, Italia masih harus menunggu waktu sebelum mengumumkan sosok pengganti.
Apalagi, manajer baru Gli Azzurri memiliki beban yang tidak mudah, karena harus memastikan Italia lolos kualifikasi Euro 2020. Kendati begitu, satu kandidat muncul ke permukaan. Bos Chelsea, Antonio Conte, diklaim menempati urutan teratas menangani Gli Azzurri.
Conte yang sempat menukangi Timnas Italia sebelum hijrah ke London disebut sebagai kandidat paling ideal untuk mengembalikan nama besar Italia. Conte membawa Italia tembus perempat final Euro 2016 dan membawa Chelsea keluar sebagai kampiun Liga Primer Inggris.
Satu nama lain yang digadang berpotensi menggantikan kursi kosong pelatih Italia adalah Roberto Mancini. Eks arsitek Manchester City yang kini menukangi Zenit St Petersburg, memiliki peluang yang sama besar seperti Conte dan Ancelotti.