Dua Mahasiswa UNS Raih Penghargaan AYIMUN 2017

SOLO — Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2017, yang merupakan sebuah kompetisi Model United Nations (MUN) berskala internasional, turut diikuti delegasi dari Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. 

Dua delegasi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mampu memperoleh penghargaan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Indonesia Global Network di Kuala Lumpur, Malaysia.

“MUN merupakan sebuah simulasi akademik yang menggabungkan peraturan, prosedur, dan alur kerja dari PBB. Tujuannya adalah menpersiapkan diplomat muda untuk mendorong isu dan kebijakan Internasional,” ujar Much Najib Imanullah, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum (FH) UNS, Kamis (16/11/2017).

Lebih lanjut Najib menjelaskan, AYIMUN tahun ini mengangkat tema ‘Enhancing Global Power through Diplomacy and Regional Integration’  yang diikuti 595 delegasi dari seluruh dunia. Kompetisi kali ini terdiri dari 7 council, yakni ARF, UNESCO, UNHCR, UNHRC, OIC, IMF, dan Press Corps.

AYIMUN bertujuan untuk menyediakan sebuah platform bagi para diplomat muda masa depan, untuk mendorong diri mereka dalam memahami isu dan kebijakan internasional. Delegasi dunia juga memperdebatkan berbagi perspektif antara peserta dari berbagai latarbelakang dan etnis yang berbeda.

“Dari UNS diwakili dua delegasi dari Fakultas Hukum. Yang berpartisipasi dalam committee UNESCO, yakni Natalia Ayu,  dan dari UNHCR diwakili  Gian William,” jelasnya.

UNESCO diikuti oleh 167 delegasi dari seluruh dunia, sedangkan dalam UNHCR diikuti 98 delegasi dari seluruh dunia. Delegasi dari FH UNS, Natalia Ayu, meraih ‘The Honorable Mention’ di UNESCO, sementara Gian William meraih ‘The Most Outstanding Delegate’ di UNHCR.

Bagi kedua delegasi dari UNS, bergabungnya dalam AYIMUN menjadi pengalaman yang sangat berharga, karena mengetahui bagaimana cara berdiplomasi, berdebat, dan bahkan membuat suatu resolusi yang baik seperti yang biasa dilakukan oleh organisasi-organisasi PBB.

“Dari kegiatan itu, kami  jadi tahu masih banyak isu-isu  yang tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat dunia. Kami belajar untuk semakin terbuka terhadap pendapat orang-orang dari berbagai belahan dunia,” ungkap Natalia Ayu.

Delegasi UNS ini berharap, ke depan akan lebih banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam AYIMUN untuk melatih berpikir kritis dan semakin memberikan perhatian terhadap isu-isu dunia.

“Semoga dengan adanya prestasi dalam AYIMUN, mahasiswa FH juga semakin aktif dan menaruh minat terhadap kompetisi ini,” pungkasnya.

Lihat juga...