Kesadaran Masyarakat Sikka Rendah, Sampah Menumpuk di Got
MAUMERE – Kesadaran masyarakat kabupaten Sikka khususnya di kota Maumere untuk menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Di berbagai got atau saluran air di areal pertokoan kota Maumere masih menumpuk sampah khususnya sampah plastik.
Demikian disampaikan Wenefrida Efodia Susilowati, Direktur Bank Sampah Flores saat ditanya Cendana News Rabu (1/11/2017) terkait kebersihan lingkungan di kota Maumere, terkait momen sebelum memasuki musim hujan.
Dikatakan Susi, sapaannya, pihaknya beberapa kali selalu melakukan bakti sosial membersihkan sampah di saluran air dan got di areal pertokoan. Tahun 2017 ini sudah 2 kali dilakukan yakni bersama Aliansi Wartawan Sikka di bulan Februari serta bersama para relawan yang baru saja dilakukan Minggu (22/10/2017).
“Sampah masih banyak menumpuk di got atau saluran air di areal pertokoan yang menyebabkan air sering tergenang dan ini disebabkan salah satunya oleh masyarakat yang sering membuang sampah plastik di tempat ini,” ungkapnya.
Sampah plastik ini kata Susi harus diatasi sebab saat ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik kabupaten Sikka maupun provinsi NTT sedang menggalakkan pariwisata. Wisatawan paling alergi melihat sebuah daerah yang dipenuhi sampah apalagi sampah plastik yang bertebaran.
“Orang asing sangat benci melihat sampah berserakan di tempat umum apalagi sampah plastik sehingga permasalahan ini harus diatasi kalau pemerintah menginginkan adanya kunjungan wisatawan asing,” tegasnya.
Harusnya, imbau wanita yang dijuluki Ratu Sampah Flores ini, pemerintah serius menyiapkan anggaran dan membentuk sebuah badan khusus yang mengatur pengelolaan sampah dengan menggandeng berbagai pihak yang peduli dan terus melakukan sosialisasi serta kegiatan nyata mengatasi permasalahan ini.
“Kami selalu saja di setiap kesempatan melakukan sosialisasi dan pelatihan mengelola sampah baik di masyarakat maupun di lembaga pemerintah serta lembaga swasta namun untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat memang masih perlu kerja keras,” tuturnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka Ir.Yunida Pollo yang ditemui Cendana News di kantornya Senin (1/11/2017) mengakui, petugas kebersihan selalu menyapu dan mengangkut sampah dua kali sehari setiap pagi dan sore hari namun dirinya mengakui sampah di saluran air tersebut memang tidak maksimal diangkut.
Untuk itu, lanjut Yunida, pihaknya bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan setiap hari Jumat melakukan gerakan membersihkan sampah baik di sekitar lingkungan kantor maupun di wilayah dalam kelurahan dan tempat umum.
“Dalam beberapa hari ke depan kami akan melakukan rapat bersama dengan Dewan Evaluasi Kota untuk mengambil langkah antisipasi apalagi menjelang musim hujan agar kota Maumere tidak dipenuhi sampah usai hujan reda,” terangnya.
