Inflasi Indonesia Oktober 2017 Sebesar 0,01 Persen

JAKARTA – Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat pada saat menggelar acara jumpa pers di Jakarta menyebutkan bahwa sepanjang Oktober 2017, Indonesia mengalami Inflasi sebesar 0,01 persen. Inflasi yang terjadi pada Oktober 2017 tersebut bisa dikatakan merupakan Inflasi terendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama (Oktober) tahun sebelumnya atau 2016.

BPS Pusat juga melaporkan terkait perkembangan Inflasi yang terjadi berdasarkan tahun kalender, yaitu perbandingan antara Inflasi bulan Januari 2017 sampai dengan Inflasi pada bulan September 2017 yang tercatat sebesar 2,67 persen. Angka tersebut juga bisa dikatakan masih termasuk rendah jika dibandingkan dengan tahun kalender sebelumnya.

Namun meskipun demikian BPS bersama Pemerintah harus tetap hati-hati dan waspada menyingkapi adanya kemungkinan terjadinya Inflasi lebih tinggi. Inflasi tersebut biasanya diperkirakan akan terjadi pada setiap mendekati Desember 2017, karena dipengaruhi faktor Hari Natal dan juga liburan Tahun Baru 2017.

Perkembangan Inflasi Indonesia apabila dilihat berdasarkan data dari tahun ke tahun atau secara Year on Year (YoY) atau berdasarkan perbandingan antara Oktober 2017 terhadap Oktober 2016 sebesar 3,58 persen. Inflasi yang terjadi sepanjang Oktober 2017 tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah telah berhasil mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Startistik (BPS) Pusat menerangkan bahwa perkembangan Inflasi Indonesia sepanjang Oktober 2017 bisa dikatakan masih relatif rendah dan masih terjaga. Sepanjang Oktober 2017, Indonesia mengalami Inflasi sebesar 0,01 persen, dengan demikian angka Inflasi yang rendah tersebut bisa dikatakan hampir sama jika dibandingkan dengan Inflasi yang terjadi pada bulan sebelumnya (September) 2017 yaitu sebesar 0,13 persen.

Suhariyanto menyebutkan bahwa ada beberapa kelompok komoditas yang menjadi faktor pemicu atau penyebab terjadinya Inflasi sepanjang Oktober 2017. Diantaranya adalah naiknya harga-harga seluruh komponen yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, misalnya seperti kenaikan harga bawang merah dan kenaikan harga beras.

“Sepanjang Oktober 2017, Indonesia dilaporkan mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Berdasarkan pengamatan BPS dari 82 Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia tercatat ada 44 Kota IHK mengalami Inflasi. Sedangkan 38 Kota IHK lainnya tercatat mengalami Deflasi. Inflasi yang terjadi sepanjang Oktober 2017 bisa dikatakan masih relatif rendah jika dibandingkan Inflasi yang terjadi bulan yang sama (Oktober) 2016,” kata Kepala BPS Pusat Suhariyanto di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Suhariyanto menambahkan bahwa Inflasi tertinggi terjadi di Tual, yaitu sebesar 1,05 persen, sedangkan Infladi terendah terjadi di Cilegon dan Surakarta, yaitu sebesar 0,01 persen. Sedangkan Deflasi tertinggi terjadi di Palu, yaitu sebesar -1,31 persen, sedangkan Deflasi terendah terjadi di Palopo, yaitu sebesar -0,01 persen.

Indonesia mengalami Inflasi sebesar 0,01 persen sepanjang Oktober 2017. Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...