YOGYAKARTA – DIY akan kembali berkiprah pada Kejuaran Nasional (Kejurnas) Paralimpiade 2017 di Jawa Barat. Pada kejuaraan yang berlangsung tanggal 25-30 November, DIY bakal bersaing dengan kekuatan 32 atlet. Mereka akan didampingi 10 pelatih dan lima pendamping.
Hariyanto, Ketua National Paralympic Committee (NPC) DIY mengatakan, ke-32 atlet yang dikirim akan bertanding di lima cabang olahraga. Yakni atletik, angkat berat, bulutangkis, renang, dan tenis meja. Di cabang atletik, DIY menurunkan 11 paralimpian, sedangkan angkat berat diperkuat tiga paralimpian.
Tiga cabor lainnya, yaitu renang akan diperkuat dua paralimpian, bulutangkis 10 paralimpian, dan tenis meja 10 paralimpian. “Paralimpian yang dikirim akan didampingi 10 pelatih dan lima pendamping,” terang Hariyanto, Jumat (24/11/2017).
Hariyanto mengatakan, kontingen DIY bertolak ke Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (25/11/2017) dengan menggunakan moda transportasi darat, kereta api. “Berangkat jam 08.00 WIB dari Stasiun Tugu,” terangnya.
Ia menjelaskan, pada Kejurnas kali ini, Kontingen DIY mengusung target memperbaiki perolehan medali pada event yang sama tahun 2015 di Solo, Jawa Tengah. Saat itu, DIY pulang dengan membawa lima medali emas, sembilan perak, dan lima perunggu.
Tiga medali emas itu dipersembahkan cabor atletik melalui Ari Setiawan, Feby Priscilia, dan Maratus Sholehah. Ari, Feby, dan Arifin menyumbang masing-masing dua medali perak dari cabang atletik. Kemudian Dwi Harjiyanto dan Slamet menambah medali perak dari cabang tenis meja.
Sedangkan medali perunggu dipersembahkan Daryoko dan Kuswantoro dari cabor atletik, serta Turiyah dari cabor tenis meja. “Target kami memperbaiki perolehan medali 2015. Mudah-mudahan lebih banyak medali yang bisa dibawa pulang,” katanya.
Guna merealisasikan target tersebut, lanjut Hariyanto, kontingen DIY mengandalkan cabor atletik dan angkat berat untuk mendulang medali. Sementara terkait pesaing terkuat yang akan menjadi hambatan paralimpian DIY, ia menyebut Jawa Barat dan Jawa Tengah masih menjadi yang terkuat.
“Dua daerah itu, Jabar dan Jateng masih yang terkuat. Kami mengandalkan cabor atletik dan angkat berat untuk mendulang medali,” pungkasnya.
Rumpis Agus Sudarto, Kabid Binpres KONI DIY menambahkan, kontingen DIY bertolak ke Bandung, Sabtu pagi, mengingat pertandingan baru akan dimulai keesokan harinya. “Jadi masih ada waktu untuk istirahat sebelum bertanding esok harinya,” kata Rumpis.