Dorong UKM Go Online, Telkom Beri Pelatihan Digital
BALIKPAPAN – Dorong Usaha Kecil Menengah (UKM) Go Online, Perusahaan Telekomunikasi (Telkom) Indonesia memberikan pelatihan digital peningkatan layanan promosi dan pemasaran kepada pelaku usaha di Kota Balikpapan. Sekitar 30 UKM antusias mengikuti pelatihan digital dari UKM oleh-oleh makanan hingga kerajinan tangan.
General Manajer Telkom Witel Balikpapan, Deny Aryanto mengungkapkan, pelatihan digital ini diberikan dalam rangka pembinaan kepada UKM yang tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan modal. Namun pembinaan dalam pengelolaan keuangan hingga pemasaran juga dilakukan.
“Dalam rangka pembinaan ke UKM tidak hanya berhenti pada sisi permodalan, tapi juga mengawal teman, sahabat UKM agar bisa mengelola bisnis secara excellent mulai dari tata cara pengelolaan keuangan sampai dengan melakukan pemasaran,” ungkapnya di sela kegiatan Pelatihan Digital UKM, di Kantor Telkom Balikpapan, Rabu (29/11/2017).
Ia menjelaskan, tahapannya saat ini memberikan edukasi bagaimana menjual produk UKM secara online dan dapat dikenal secara internasional. “Kita juga menyediakan situs belanja online yang sudah terakreditasi internasional. Situs ini juga sebagai wadah dan sekaligus memberikan tips bagaimana teman-teman UKM menjual produk secara online sehingga aman,” terang Deny.
Lanjutnya, dengan pembinaan yang dilakukan, dapat mendorong pertumbuhan omzet yang secara tidak langsung juga mendorong roda perekonomian baik internal UKM, pemerintah kota maupun Indonesia secara nasional.
“Dengan adanya pertumbuhan omzet, pembeli secara tidak langsung mendorong perekonomian baik untuk internal UKM, pemerintahan kota maupun Indonesia secara nasional. Ujung-ujungnya tingkat pengembalian modal lancar, mana kala kita memberikan bantuan modal kami berharap teman-teman bisa mudah mengembalikan,” pungkasnya didampingi Santoso Manager CDC Regional VI Kalimantan.
Terpisah, salah seorang perajin suvenir oleh-oleh Kaltim, Anita, mengapresiasi pelatihan digital yang diberikan sebab sangat membantu dirinya dalam pemasaran produk. Selama ini yang dilakukan masih di toko.
“Selama jualan produk baru dilakukan di toko yang ada di kawasan Pasar Inpres Kebun Sayur. Mau tidak mau kita harus bisa dengan online,” ujarnya.
Apalagi, menurutnya, saat ini era digital semuanya serba online. Pihaknya harus belajar untuk memasarkan produk dengan digital.