Banjir Rendam Puluhan Rumah di Bantaran Bengawan Solo

SOLO — Hujan dengan intensitas sedang yang terjadi hampir sehari semalam di Solo dan sekitarnya membuat debit Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, puluhan rumah yang berada di bantaran sungai terendam banjir.

Kedalaman air yang merendam permukiman warga ini berkisar 30 sentimeter hingga 1 meter. Luapan sungai terpanjang di Jawa inipun meliputi tiga kecamatan berbeda, yakni Serengan, Pasar Kliwon dan Jebres. Sebagai antisipasi, warga yang telah menjadi langganan banjir ini mengamankan barang-barangnya di atas tanggul.

Salah satu petugas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), Budi Utomo menyebutkan, di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, setidaknya ada 88 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir luapan sungai.

“Ini terbagi 3 kampung, kampung Putar, Beton dan Sowijayan. Ada sekitar 200-an jiwa yang korban banjir ini, ” kata Budi di sela pemantauan banjir, Rabu (29/11/2017).

Untuk kondisi darurat, Sibat telah mendirikan tenda untuk evakuasi sekaligus digunakan untuk pengungsian di tanggul. Sejauh ini, masih ada warga yang nekad tinggal meski air bah sudah mulai menggenang rumah warga.

“Ada beberapa warga yang tidak mau mengungsi. Alasannya, airnya belum tinggi, ” ungkap dia.

Selain memanfaatkan tanggul, lokasi yang digunakan untuk evakuasi warga adalah Pendopo Kantor Kelurahan Sewu. Hingga saat ini, proses evakuasi warga secara mandiri masih berlangsung. Dirinya juga masih melakukan pemantuan banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudhy menambahkan sejauh ini pihaknya masih inventaris kampung yang menjadi korban banjir. Sebagai penanganan, BPBD juga telah menerjunkan petugas untuk menyisir rumah yang terendam banjir.

“Termasuk kebutuhan logistik untuk pagi ini sudah kami siapkan,. Saat ini kami fokus kepada penanganan dan antisipasi luapan semakin tinggi, ” tandasnya.

Lihat juga...