ASDP Bakauheni: Waspadai Cuaca di Perairan Selat Sunda
LAMPUNG — PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, terus memantau perubahan cuaca yang bisa berdampak pada transportasi pelayaran di lintasan Selat Sunda penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.
General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, saat dikonfirmasi, membenarkan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, kondisi cuaca dalam bulan ini cukup ekstrem.

Selain itu, pemantauan terhadap prakiraan cuaca yang selalu diperbarui oleh BMKG dipantau oleh para nahkoda juga selalu dikomunikasikan dengan Ship Traffic Control (STC) yang ada di pelabuhan Bakauheni maupun pelabuhan Merak serta memaksimalkan peralatan navigasi yang ada di dalam kapal.
“Memang bulan bulan ini berdasarkan informasi cuaca dari BMKG dan stasiun meteorologi maritim Lampung kondisi dominan cuaca umumnya berupa angin bertiup dari Barat ke Barat Laut dengan kecepatan angin mencapai 25 knot per jam, meski jadwal kapal dan trip kapal masih normal,” Anton, Selasa (28/11/2017) sore.
Total kapal roll on roll off (Roro) di lintasan Selat Sunda yang disiapkan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry, beber Anton Murdianto, saat ini ada 66 kapal dan rata-rata dioperasikan sebanyak 27 hingga 28 kapal dengan jumlah trip per hari mencapai 108 trip kapal.
Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya gangguan saat olah gerak sandar kapal di dermaga PT. ASDP cabang Bakauheni juga sudah menyiagakan satu unit kapal tunda (tug boat) TB Merak yang selalu siaga untuk mengantisipasi gangguan cuaca gelombang yang berpengaruh pada aktivitas sandar kapal di dermaga.
Saat ini, pihak PT. ASDP Bakauheni terhitung sejak 22 November hingga 12 Desember juga tengah melakukan perbaikan fasilitas jembatan ke kapal (moveable bridge) yang diganti dari kapasitas awal berkekuatan 25 ton ditingkatkan kemampuan daya bebannya menjadi 60 ton.
Dampak dari penggantian fasilitas tersebut, Dermaga II pelabuhan Bakauheni sementara ditutup hingga proses perbaikan selesai dilakukan. Namun, saat ini tetap dioperasikan dermaga lain di antaranya Dermaga I, III, V, VI dan VII, sementara untuk Dermaga V sengaja diperuntukkan bagi kapal-kapal yang memiliki pintu kapal di sebelah kiri, karena tidak ada fasilitas side ramp untuk penurunan dan menaikkan kendaraan.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, kondisi sinoptik pada umumnya angin bertiup dari arah Barat ke Barat Laut dengan kecepatan angin mencapai 25 knot dan lintasan Selat Sunda sebagai jalur penyeberangan kapal-kapal Roro dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak dan sebaliknya, berada di Selat Sunda.
Kondisi cuaca di Selat Sunda bagian Selatan berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Maritim Lampung diprakirakan berawan dengan angin bertiup dari arah Barat ke Barat Laut dengan kecepatan angin 4-17 knots dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5-1,5 meter.
Sementara di bagian Selat Sunda bagian Selatan, kondisi cuaca berawan dengan angin bertiup dari arah Barat ke Barat Laut, kecepatan angin 4-18 knots dan ketinggian gelombang mencapai 2-4 meter.
Kondisi cuaca yang ditampilkan dalam layar display di depan loby pembelian tiket sebelum penumpang naik ke kapal juga telah disediakan oleh BMKG, bekerja sama dengan ASDP cabang Bakauheni sementara imbauan kepada penumpang juga telah disampaikan dalam banner besar di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, agar penumpang bisa memperhitungkan keberangkatan menggunakan kapal.