Usai Kemarau, Peternak Mudah Peroleh Sumber Pakan
LAMPUNG – Sejumlah petani yang juga sebagai peternak di Kabupaten Lampung Selatan terbantu dengan tibanya musim hujan yang mulai turun di wilayah tersebut. Berdampak positif bagi sektor pertanian dengan pasokan air yang mulai terpenuhi. Sekaligus tersedianya rumput hijau bagi ternak yang dipelihara.
Yanto, salah satu peternak kambing kepleh asal Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan mengaku terbantu dengan tibanya musim penghujan yang membuatnya mudah mencari pakan ternak dibanding tiga bulan sebelumnya saat kemarau melanda.
Yanto bahkan menyebut, selama musim kemarau dirinya terpaksa mengandangkan sebanyak lima ekor ternak kambing kepleh miliknya akibat tidak ada lahan penggembalaan dengan rumput yang mengering. Dirinya juga harus mencari rumput sumber pakan ternak miliknya ke kecamatan lain menggunakan kendaraan roda dua. Kesulitan pakan rumput hijauan tersebut, ungkap Yanto, memaksanya mengeluarkan biaya ekstra untuk operasional mencari pakan dengan mempergunakan kendaraan.
“Butuh bahan bakar yang lebih banyak saat kemarau karena saya harus mencari pakan hingga puluhan kilometer di wilayah yang masih banyak rumput. Tapi sejak hujan turun saya lebih mudah mencari rumput,” terang Yanto, salah satu peternak kambing di Kecamatan Penengahan ketika ditemui Cendana News di lahan yang juga ditanami dengan pohon pepaya kalifornia serta berbagai tanaman lain sebagai sumber pakan ternak, Senin (9/10/2017).

Selain tanaman rumput yang dipelihara untuk ternak kambing miliknya, puluhan tanaman pepaya yang ditanam diakuinya sengaja dipergunakan bagian daunnya sebagai sumber pakan budidaya ikan gurame di kolam yang dimilikinya. Sekaligus melakukan proses penanaman talas yang juga menjadi sumber pakan alami bagi ikan gurame yang dipelihara di kolam.
“Selama hampir beberapa pekan ini hujan menumbuhkan tunas-tunas baru dan rumput mudah diperoleh sehingga menguntungkan bagi peternak seperti saya,” beber Yanto.
Ternak kambing sebanyak 10 ekor dan tersisa sebanyak lima ekor setelah dijual sebagian saat Hari Raya Kurban atau Idul Adha menjadi sebuah investasi jangka panjang yang bisa dijual saat membutuhkan biaya keperluan keluarga. Kebutuhan pakan ternak pun terus diusahakan olehnya meski harus mencari pakan hingga ke wilayah lain.
Kemudahan memperoleh pakan hijaun rumput untuk ternak kambing juga diakui petani di Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang yang terdampak kemarau sehingga kesulitan mencari pakan. Suminah, peternak kambing di desa tersebut mengaku, kini mulai tidak kesulitan mencari pakan setelah hujan turun sehingga daun mulai bersemi termasuk rumput.
“Sebelumnya harus membuat pakan fermentasi dari batang tanaman pisang dicampur dedak dan sedikit hijauan karena musim kemarau rumput susah diperoleh,” cetus Suminah.
Sebanyak enam ekor ternak kambing yang dipelihara dengan sistem kandang diakui Suminah bahkan tidak pernah digembalakan akibat areal persawahan yang kering dan kerap mengganggu tanaman yang ditanam di lahan pertanian. Semakin berkurangnya lahan penggembalaan akibat musim kemarau juga ikut mendorong Suminah terpaksa mengandangkan ternak kambing miliknya dan mencari pakan dengan sistem ngramban.
Peternak kerbau, Janah, merasa beruntung hujan sudah mulai turun selama beberapa pekan terakhir sehingga lahan sawah miliknya teraliri air dan kebutuhan pakan kerbau yang digembalakan bisa terpenuhi. Sistem penggembalaan kerbau yang diliarkan dengan tali tambang tersebut diakuinya mulai terbantu dengan mulai menghijaunya rumput di wilayah Lampung Selatan.
“Sebelumnya sulit untuk mencari rumput dan jerami yang jadi pilihan untuk sumber pakan. Tapi seusai hujan ternak kami mudah memperoleh pasokan air,” terang Janah.
Datangnya musim hujan tersebut, diakuinya, di sisi lain akan mengurangi lahan penggembalaan karena sebagian lahan sawah yang belum digarap akan menjadi lahan persawahan. Sistem pencarian rumput dengan cara ngramban pun akan kembali dilakukan mengandalkan sumber pakan yang sengaja ditanam berupa rumput gajahan.
