Umat Hindu di Ketapang Siapkan Piodalan Purnama Kapat

LAMPUNG – Bertepatan dengan Purnama Kapat yang jatuh pada hari Kamis 5 Oktober 2017 sesuai penanggalan Hindu Bali, ratusan umat Hindu di beberapa desa yang ada di Kecamatan Ketapang di antaranya Dusun Yogaloka Desa Sumur, Desa Tridarmayoga, Desa Ruguk Kecamatan Ketapang, melakukan proses persiapan persembahyangan.

Menurut salah satu warga Dusun Yogaloka, Made Sudiarsa, sebelum piodalan dilakukan di Pura Dalem yang ada di desa tersebut menjelang malam purnama, warga melakukan doa bersama keluarga di pura keluarga (Paibon) masing-masing yang ada di sekitar rumah masing -.

Ia menyebut piodalan merupakan salah satu kegiatan upacara dalam agama Hindu dengan upacara Dewa Yajna yang diwujudkan dalam bermacam-macam bentuk upacara dengan tujuan mengucapkan syukur kepada Hyang Widhi. Pada purnama kapat tersebut diakuinya menjadi simbol masa datangnya musim penghujan sekaligus masa bercocok tanam yang akan dilakukan oleh warga yang banyak berprofesi sebagai petani dan pekebun di wilayah tersebut.

Proses penyiapan sesajen yang akan digunakan dalam piodalan purnama kapat umat Hindu di Yogaloka Kecamatan Ketapang. [Foto: Henk Widi]
“Saat Purnama Kapat kami mulai mempersiapkan diri bersembahyang di pura keluarga. Selanjutnya melakukan persembahyangan bersama umat lain di Pure Dalem sejak sore hingga malam nanti ketika purnama muncul,” terang Made Sudiarsa saat ditemui Cendana News di Pura Dalem Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Kamis (5/10/2017).

Sejak Purnama Kapat tersebut diakuinya menjadi awal bulan penuh berkah karena bunga bunga mulai mekar ditandai dengan gerimis yang mulai membasahi bumi setelah musim kemarau berlangsung. Acara piodalan dilakukan setiap 6 bulan sekali berdasarkan pawukon atau wuku dan setiap 1 tahun sekali berdasarkan sasih penanggalan kalender Bali.

Persembahyangan atau tirtayatra pada saat piodalan Purnama Kapat tersebut  akan dilakukan menjelang sore hari. Meski demikian sebagian warga sudah membawa canang sari yang terdiri dari daun janur, seiris pisang, seiris tebu, wewangian, kue ketan, bunga beraneka warna dan uang. Sebagian sesajen tersebut sudah dipersiapkan di rumah setiap pemeluk agama Hindu yang akan melakukan piodalan purnama kapat di Pura Dalem.

Made Sudiarsa menyebut, upacara piodalan Purnama Kapat juga diawali dengan beberapa acara diantaranya secara mandiri atau berkelompok menghaturkan keselamatan dan ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi.

Warga lain yang mempersiapkan upacara Purnama Kapat, Wayan Subawe, mengungkapkan persiapan di Pura Dalem Dusun Yogaloka Desa Sumur telah dilakukan dengan pembersihan area pura dan penyiapan tempat-tempat meletakkan sesaji sekaligus upacara penyucian tempat ibadah.

“Banyak umat Hindu yang pada hari ini sekaligus melaksanakan piodalan karena makna dari Purnama Kapat sangat istimewa dimana bulan tumbuh dan menjadi saat tepat dalam siklus bumi,” terang Wayan Subawe.

Purnama sasih Kapat yang jatuh pada bulan Oktober tersebut diakuinya dilakukan dengan persembahan suci dan melakukan bakti dengan sembahyang serta melakukan renungan suci maupun meditasi. Sembah bakti kepada Hyang Widhi tersebut dilakukan dengan menghaturkan sesajen yang menyimbolkan tanda bakti manusia.

Pura Dalem Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang yang dipersiapkan untuk piodalan purnama kapat sejak sore hingga malam pada 5 Oktober 2017. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...