Tiada Benih, Petani Jagung Lamsel Tunda Masa Tanam
LAMPUNG — Kelangkaan benih jagung di sejumlah kios pertanian di wilayah Kabupaten Lampung Selatan mmeberikan dampak. Sejumlah petani menunda pembelian sekaligus masa tanam komoditas jagung di wilayah tersebut, meski hujan sudah melanda sebagian wilayah Lamsel dan petani mulai mempersiapkan lahan.
Sodik, salah satu petani jagung di Desa Klaten Kecamatan Penengahan mengaku masih mempersiapkan masa tanam jagung dengan melakukan perun (pembersihan lahan) sebelum lahan dibajak dan ditanami jagung.
Ia sempat menunda membeli benih akibat benih jagung yang biasa ditanamnya dengan merek NK 7328 belum ada di pasaran sementara benih jagung yang ada dengan merk lain yang belum pernah ditanam.
Sodik mengaku sengaja tidak membeli jagung dengan merek lain karena belum pernah menanam meski benih jagung jenis DK 999 sudah diluncurkan oleh agen dan pendamping lapangan perusahaan benih jagung. Sembari melakukan proses pemerunan dan persiapan lahan ia mengaku menunggu hingga benih jagung yang ditanamnya tersedia di sejumlah kios pertanian yang ada di wilayah tersebut.
“Saya sudah berkeliling ke sejumlah toko pertanian beberapa diantaranya kosong tidak ada stok benih jagung dari berbagai merk sementara di toko lain tersedia dengan benih bibit jagung yang belum pernah saya tanam,” papar Sodik saat ditemui Cendana News tengah mencari bibit di toko pertanian pasar tradisional Desa Pasuruan, Senin pagi (16/10/2017)
Pemilik lahan jagung seluas dua hektare tersebut mengaku kerap menyediakan sebanyak 30 kilogram bibit yang ditanamnya dengan sistem tajuk (tugal) mempekerjakan sekitar 20 buruh tanam dengan sistem upahan setiap musim tanam.
Namun dengan adanya keterlambatan stok bibit di kios pertanian yang menyediakan bibit jagung dirinya terpaksa menunda menanam jagung yang sebagian sudah dilakukan petani pada bulan Oktober ini.
Pemilik kios Kembang Tani,Yulius, menyebutkan meskipun beberapa merek benih jagung belum tersedia sebagai pedagang pengecer ia menyebut sudah menghubungi pihak distributor benih terkait keberadaan benih jagung beberapa merek yang belum tersedia.
Belum tersedianya benih jagung untuk merek yang kerap ditanam petani diantaranya NK 22, P27 Gajah Ekstra, NK 7328 Summo serta Pioner karena belum ada kiriman dari distributor meski sebagai pengecer dirinya sudah meminta untuk dikirim.
Yulius bahkan memastikan sudah mempersiapkan stok benih sebanyak tiga kuintal atau 300 kilogram dengan merek DK 999, LG 501 dengan harga masing masing per kilogram seharga Rp355.000 dan Rp350.000. Namun hanya sebagian petani yang memilih merek tersebut dengan alasan sudah terlanjur menyiapkan lahan yang sudah dibajak.
“Pada awal Oktober ini saya sudah menjual sekitar satu kuintal kepada petani namun ada juga petani yang fanatik dengan merk tertentu dengan terpaksa harus menunggu kiriman bibit dari distributor,” terang Yulius.
Ia juga mengaku pilihan untuk menggunakan benih jagung yang saat ini disediakan berbagai merek menjadi hak konsumen dengan pertimbangan hasil yang diperoleh. Pada lahan jagung seluas satu hektar dengan benih tertentu bisa menghasilkan 5-6 ton hasil panen.
Sementara merek tertentu maksimal hanya 4 ton jagung. Peranan dari pendamping lapangan serta gencarnya promosi perusahaan benih juga dipastikan ikut mempengaruhi pola beli benih jagung di kalangan petani.
Salah satu pemilik kios pertanian lainnya, Nurdin,saat ditemui Cendana News menyebut membenarkan stok benih jagung pada awal Oktober bahkan sama sekali tidak dimilikinya alias kosong dengan belum adanya kiriman dari distributor.
Sementara pihak distributor belum ada kiriman dari perusahaan produsen benih. Rantai distribusi tersebut berimbas stok kosong meski Nurdin biasanya menyiapkan sebanyak 1 ton benih dengan berbagai merk dan kerap habis saat masa tanam jagung berlangsung.
“Beberapa petani dari desa terdekat banyak yang sudah berniat membeli namun mengurungkan niat karena stok bibit kosong belum ada kiriman,” kata Nurdin.
Kios tani yang dimiliki oleh Nurdin saat ini diakuinya kerap menjual benih jagung dengan beragam merek di antaranya Pasific, NK 7328, DK 999, Pioneer,Bisi dengan harga bervariasi perkilogramnya di antaranya merek Pasific Rp325.000, NK 7328 seharga Rp395.000, DK 999 Rp325.000, Pioneer Rp350.000 dan Bisi Rp350.000.
Stok sebanyak 1 ton yang sebagian besar terjual sisanya akan direturn (kembalikan) ke perusahaan agar pengecer seperti dirinya tidak mengalami kerugian.
Faktor yang menyebabkan stok benih langka diakui Nurdin salah satunya perusahaan benih seperti informasi yang diperolehnya masih menahan untuk mengeluarkan benih dengan dua alasan.
Pertama musim penghujan belum merata sehingga puncak masa tanam jagung diprediksi baru akan mulai awal November. Jika stok diluncurkan lebih awal dikuatirkan stok benih tertahan justru akan memperlama proses penanaman sehingga kualitas benih tidak baik karena lama menunda masa tanam.
Faktor kedua diakuinya beberapa perusahaan benih masih melihat banyak kelompok tani yang melakukan pola tanam jagung dengan sistem kemitraan dengan perusahaan sehingga mulai benih, pupuk dan pestisida disediakan tanpa harus membeli.
Sebagai antisipasi stok menumpuk sebagian perusahaan benih menahan menjual benih apalagi saat ini bantuan benih selain dari perusahaan sebagian langsung dari Kementerian Pertanian ke petani sehingga tingkat pembelian bibit ke kios menurun.
“Perusahaan benih tentunya melihat tren itu dan tak mau merugi sembari melihat peluang pasar di lapangan,” cetus Nurdin.
Ia memastikan pada puncak masa tanam jagung dengan jumlah ribuan hektar lahan pertanian jagung di Lampung Selatan kucuran stok benih baru akan dikeluarkan pada awal November.
Sebab dia menyebut meski Oktober kerap turun hujan namun dominasi panas masih belum dimanfaatkan oleh petani untuk menanam jagung dengan curah hujan masih belum stabil dan petani masih takut beresiko merugi.
