Soprema, Ajang Tumbuhkan Wirausaha di Kalangan Pemuda
YOGYAKARTA – Ajang kompetisi Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema)
merupakan pemilihan wirausaha sosial yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat wirausaha pemuda dalam memecahkan persoalan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Direktur Pelaksana Soprema, Dr. Hempri Suyatna, mengatakan kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat mengurangi angka jumlah pengangguran di daerah.
”Angka pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi saja sudah 15 persen, kita harapkan program ini semacam solusi memecahkan persoalan sosial dan ekologis,” kata Dosen Fisipol UGM itu, Senin (9/10/2017).
Menurut Hempri, tidak sekadar ajang pencarian bakat wirausana, dalam ajang Soprema para peserta juga akan mendapatkan pendampingan dan pemberian akses modal bagi wirausaha yang menjadi pemenang. “Mereka tidak berhenti pada kompetensi namun akan terus berlanjut,” katanya.
Selain ikut kompetisi, peserta juga akan menggelar expo di Grha Sabha Pramana dengan mengenalkan produk dan jenis usaha yang mereka sudah lakukan. Terdapat sebanyak 123 booth yang akan mengikut expo ini. Soprema sendiri tahun ini diikuti sebanyak 1132 pemuda dari 29 provinsi di Indonesia. Ajang pemilihan wirausaha muda yang bergerak dalam bidang sosial yang difasilitasi oleh Fakultas Fisipol UGM ini, diikuti 90 kelompok usaha dalam dua kategori, yakni start up dan kick off.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol, Dr Wawan Mas’udi mengatakan, Soprema sebagai kegiatan pemilihan wirausaha sosial merupakan satu-satunya kegiatan pengembangan kewirausahaan pemuda yang dikelola oleh universitas. “Belum ada program sejenis di kampus lain. Melalui kegiatan ini kita ingin menegaskan posisi UGM sebagai socioentrepreneur university,” ujarnya.
Selain itu, kata Wawan, Soprema ikut serta mendorong mentalitas kewirausahaan di kalangan pemuda. “Kita ingin ada pengembangan kewirausahaan sosial yang luar biasa. Tingginya minat para pemuda mengikuti kompetisi ini perlu direspon dan dikelola secara serius,” katanya.
Hal yang sama disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Suharyadi, yang mengharapkan pemuda yang mengikuti kompetisi ini bisa menjadi pemuda pelopor di daerahnya.
”Bayangkan jika setiap peserta menjadi pionir di daerahnya, persoalan sosial bisa diatasi,” katanya.
Asisten Deputi Menpora bidang Kewirausahaan Pemuda Drs. Ponijan M.Pd. mengatakan, dukungan Kemenpora pada Soprema dalam rangka mengapresiasi dan melakukan deteksi dini bakat pemuda yang menekuni wirausaha. Ia menambahkan program kewirausahaan berperan dalam pembentukan karakter. Pemerintah menurutnya tidak sekadar memberikan apresiasi dan penghargaan pada pemuda yang berprestasi. Namun akan ditindaklanjuti dengan pemberian pelatihan, pendampingan, serta akses modal.
“Kita akan melakukan pendampingan, promosi, dan akses modal,” pungkasnya.