SMK 57 Jakarta Juara I Festival Masakan Khas Aceh
JAKARTA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 57 Jakarta group C berhasil meraih juara pertama Festival Masakan Khas Aceh 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Aceh di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (8/10/2017).
Atas keberhasilannya itu, SMKN 57 Jakarta berhak memboyong piala Ibu Darwati A Gani selaku istri Gubernur Aceh yang diserahkan oleh Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, M. Badri Ismail. Selain piala, juga berhak mendapatkan uang pembinaan dari Perintah Aceh sebesar Rp4 juta dan sertifikat dari TMII.
“Selamat SMKN 57 meraih juara pertama Festival Masakan Khas Aceh 2017. Semoga kalian ke depan menjadi juru masak kuliner Indonesia yang bisa bersaing di luar negeri. Peserta yang lain pun semuanya juara,” kata Badri.
Badri mengatakan, Festival Makanan Khas Aceh 2017 ini merupakan kegiatan tahunan Pemerintah Aceh dalam mempromosikan masakan daerah kepada masyarakat di nusantara dan international. Dengan harapan masakan Aceh menjadi daya tarik untuk peningkatan wisata kuliner di Aceh, bukan hanya wisata alamnya saja.
Festival ini, lanjut dia, juga merupakan program pemerintah Aceh dalam pengembangan makanan halal dan wisata halal. Karena masalah produk halal sebenarnya Aceh itu bukan bersaing dengan provinsi lain di Indonesia, tetapi dengan negara lain. Karena negara non Muslim saja sudah mencoba menyajikan makanan halal.
Badri berharap, Festival Masakan Khas Aceh bertajuk ‘Melalui Festival Kuliner Aceh Kita Bina Generasi Muda Indonesia untuk Mencintai Seni Budaya Sendiri’, menjadi ajang bagi siswa-siswi SMK dalam melestarikan budaya bangsa warisan leluhur.
“Kuliner khas Aceh juga warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Dan generasi muda harus diedukasi tentang kuliner khas daerah,” ujarnya.
Terkait TMII, Badri menuturkan, TMII adalah jendela budaya Indonesia. Maka dengan acara ini masyarakat yang datang ke TMII bisa melihat langsung Festival Masakan Khas Aceh.
“TMII bukan hanya edukasi budaya saja, tapi kuliner juga. Karena kuliner juga hasil karya warisan luhur. Pada hari ini, kami menyajikan kuliner dikemas dalam festival sehingga orang tertarik,” ungkapnya.
Rahmat, guru SMK 57 Jakarta mengaku senang atas keberhasilan siswinya dalam festival ini. “Kami senang dan bangga, ikut festival ini pertama kali bisa meraih juara pertama,” kata Rahmat.
Dia mengaku keberhasilan yang diraih ini merupakan wujud kekompakan siswi SMK 57 Jakarta group C untuk mengembangkan kebudayaan, sekaligus mewarisi masakan khas Aceh, supaya dikenal luas oleh masyarakat di nusantara hingga ke mancanegara.
Dalam Festival Masakan Khas Aceh 2017 ini, yang berfokus pada cita rasa Nasi Gurih khas Aceh, SMK 57 Jakarta menyajikan Nasi Gurih bercita rasa lezat dengan paduan ragam lauk, yaitu Kari Putih, Udang Keomama, Tauco Udang, dan Prekedel Kentang. Adapun sajian penutupnya adalah Roti Soeb dan Es Ketimun.
“Senang, nggak nyangka juara pertama. Padahal, kemarin saat latihan di sekolah, kami masih dimarahi karena belum benar masaknya. Kami kerja keras dan berdoa harus bisa menyajikan masakan khas Aceh yang bercita rasa. Alhamdulilah, pertama ikut lomba, menang,” ujar Amrina Rosyada, siswi SMK 57 Jakarta.
Sedangkan juara dua diraih SMKN 24 Jakarta, juara tiga SMK Paramitha 1, juara harapan pertama SMK Patria Wisata group A, juara harapan dua SMK Patria Nusa, dan juara harapan tiga adalah SMK 57 group B.
Sedangkan dewan juri dalam festival ini terdiri dari Manager Informasi Budaya dan Wisata TMII, Ertis Yulia, Chef Hotel Sahid Tikno Widodo, dan pengusaha Aceh, Tengku Nuso.